Selasa, April 28, 2026
No menu items!

Operasi Zebra Mahakam 2025 Turunkan Kecelakaan, Edukasi Melonjak Hampir Dua Kali Lipat

Satu Indonesia, Balikpapan – Polda Kalimantan Timur melaporkan capaian signifikan dalam pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025, baik pada penurunan angka kecelakaan maupun peningkatan kegiatan edukasi bagi pengguna jalan. Paparan hasil operasi disampaikan Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Rifki dalam konferensi pers di Aula Ditlantas Polda Kaltim, Selasa (2/12/2025).

Selama 14 hari pelaksanaan operasi, Ditlantas Polda Kaltim mencatat 16 kejadian kecelakaan lalu lintas, turun dari 19 kejadian pada tahun sebelumnya atau setara penurunan 29 persen. Korban meninggal dunia ikut berkurang dari tujuh menjadi dua orang. Luka ringan turun dari 14 menjadi 10 korban, sementara kategori luka berat mengalami kenaikan dari enam menjadi 15 orang.

“Alhamdulilah hasil yang sudah kita data dari Polres jajaran menunjukkan tren yang positif terkait adanya penurunan kecelakaan dan pelanggaran lalulintas di wilayah hukum Kaltim,” kata Rifki.

Dalam paparannya, Rifki menjelaskan bahwa kecelakaan paling sering dialami pengendara sepeda motor dan pengemudi tanpa SIM, yang jumlahnya mencapai sembilan orang. Samarinda dan Penajam Paser Utara mencatat kasus tertinggi masing-masing empat kejadian, sedangkan Berau dan Mahakam Ulu nihil kecelakaan. Mayoritas insiden terjadi di jalan nasional dan provinsi, didominasi tabrak depan dan tabrak samping, dengan kelompok usia 21–25 tahun sebagai yang paling rentan.

Sementara itu, Ditlantas Polda Kaltim juga mencatat lonjakan besar pada upaya preemtif. Kegiatan penyuluhan meningkat menjadi 17.227 kegiatan atau naik 96 persen dibandingkan 2024. Penyebaran spanduk, billboard, dan pamflet pun bertambah 33 persen menjadi 18.987 kegiatan. Pembinaan ke sekolah, kampus, komunitas, pesantren, hingga perusahaan mencapai 4.327 kegiatan.

“Kita juga melaksanakan patroli dan pengawasan pada lokasi-lokasi yang juga rawan pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas,” jelas Rifki.

Di sisi preventif, Polda Kaltim melaksanakan 24.187 kegiatan, meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya. Adapun penindakan tercatat 2.310 tilang, baik manual maupun ETLE, yang turun 15 persen. Surat teguran meningkat menjadi 4.217 lembar, sejalan dengan pendekatan persuasif yang diperkuat selama operasi.

Meski angka kecelakaan menurun, nilai kerugian materiil justru naik dari Rp65 juta menjadi Rp121,8 juta. Rifki menilai bahwa dominasi kecelakaan oleh usia produktif serta pengendara roda dua memperkuat urgensi pendekatan edukatif yang lebih intensif.

Secara umum, Rifki menegaskan bahwa Operasi Zebra Mahakam 2025 difokuskan untuk membangun kesadaran masyarakat sebelum memasuki masa Operasi Lilin pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026.

“Jadi prinsipnya, sebenarnya untuk kegiatan operasi zebra ini kita lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan dan preventif daripada penindakan hukum atau penilangan,” ujarnya.

TERPOPULER

TERKINI

Yuk Senam Otak, Cegah Pikun Sejak Dini!

Samarinda, Satu Indonesia – Senam otak merupakan serangkaian kegiatan yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan fungsi otak serta melatih daya pikir dan kreativitas. Senam otak penting...