Jakarta, Satu Indonesia – Presiden Prabowo Subianto menghadiri pemusnahan berbagai jenis narkoba Polri sebanyak 214,84 ton di Lapangan Bhayangkara, Jakarta pada Rabu (29/10/2025).
Barang bukti ini merupakan hasil pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas kinerjanya dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi rakyat.
Kepala Negara menegaskan bahwa Polri harus terus memperkuat profesionalisme dan menjadi institusi yang dekat dengan rakyat.
“Saya dalam hal ini menyampaikan penghargaan saya sebesar-besarnya, kepada seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia di manapun sedang bertugas,” ujar Presiden.
Kepala Negara menuturkan bahwa sejak awal pemerintahan telah menugaskan Kapolri untuk memimpin tiga prioritas besar yakni pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online.
“Itu tiga hal yang saya titipkan kepada Kapolri di awal pemerintahan dan saya lihat, alhamdulillah, Polri bekerja dengan sungguh-sungguh,” ujar Kepala Negara.
Kepala Negara juga menekankan akan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.
“Jadi, polisi harus lebih sigap, harus kompak, kerja sama dengan TNI, dengan bea cukai, dengan kejaksaan, semua, semua lembaga, kita harus jadi satu tim. Saya selalu mengatakan, kita harus bekerja dengan teamwork. Jangan Ego sektoral, jangan loyalitas korps berlebihan. Kita satu korps, korps Merah Putih, korps NKRI,” tegas Prabowo.
Selain itu, Presiden juga menyinggung persepsi publik terhadap Polri. Kepala Negara menilai kritik merupakan hal wajar dalam lembaga besar tetapi tidak boleh mengaburkan fakta bahwa Polri tetap menjadi garda terdepan penegakan hukum.
“Polisi selalu dijelek-jelekin, selalu dimaki-maki. Di mana, seluruh dunia. Karena memang polisi tugasnya menertibkan,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa Polri harus menjadi bagian dari rakyat. Kepala Negara menyampaikan Polri harus bekerja bersama masyarakat untuk mendeteksi dan mencegah kejahatan.
“Jadi, saya ingatkan di mana-mana, tentara harus jadi tentara rakyat, polisi harus jadi polisi rakyat. Sehingga rakyat nanti yang jadi mata dan telinga. Rakyat yang lapor, lapor ke kepala desa, kepala suku,” ucap Prabowo.
Dalam penutupan arahannya, Presiden menyampaikan pesan moral kepada seluruh anggota Polri agar tetap tegar menghadapi kritik.
“Terima kasih atas perhatian saudara. Selamat Kapolri. Sampaikan terima kasih saya kepada semua anggota polri di manapun sedang bertugas. Jangan ragu-ragu, jangan berkecil hati. Seorang abdi bangsa, seorang bhayangkara sering berbuat baik, tidak ada terima kasih. Berbuat salah sedikit, Tidak akan dilupakan,” pungkas Presiden.
Diketahui dari data Bareskrim Polri, total barang bukti yang akan dimusnahkan terdiri atas 1,3 ton sabu, 335.019 butir ekstasi, dan 608,1 kilogram ganja. Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda di berbagai wilayah, termasuk Polda Metro Jaya, Polda Riau, Polda Sumatera Utara, Polda Jambi, Polda Lampung, Polda Jawa Timur, dan sejumlah Polda lainnya.
Redaksi

