Samarinda, Satu Indonesia – Dana sebesar Rp50 miliar akan dikucurkan guna perkuat modal tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kaltim.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa pengalokasian Rp50 miliar pada tahun anggaran berjalan tersebut akan disalurkan kepada PT Migas Mandiri Pratama (MMP), PT Ketenagalistrikan Kaltim dan PT Melati Bhakti Satya (MBS).
Dalam keterangannya, Rabu (17/9/2025), Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menerangkan bahwa penguatan modal itu merupakan bagian strategi untuk memastikan BUMD bisa beroperasi secara optimal, dan memberikan kontribusi nyata buat daerah.
“Karena Perusda ini kan berperan dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kaltim,” kata Sri.
Lebih lanjut ia menerangkan, pertimbangan keputusan untuk memberikan modal kepada ketiga BUMD ini tidak diambil secara sembarangan. Prosesnya melalui kajian mendalam, presentasi, dan ekspos dari tim teknis.
“Jadi sebenarnya anggaran Rp50 miliar itu bukan hanya untuk MMP. Ada tiga Perusda yang kita perkuat modalnya. Tim teknis sudah mempertimbangkan semuanya berdasarkan kebutuhan dan proyeksi kontribusi mereka terhadap PAD,” lanjutnya.
Meskipun alokasi dana secara rinci untuk masing-masing BUMD tidak dijelaskan secara spesifik, Sri Wahyuni memastikan bahwa porsi terbesar diberikan kepada PT MMP.
Perusahaan yang bergerak di sektor hulu Migas ini membutuhkan dana besar untuk membiayai pengelolaan sumur Migas.
Sementara itu, PT Melati Bhakti Satya (MBS) diberikan modal awal untuk transformasi menjadi BUMD.
Berikutnya untuk PT Ketenagalistrikan Kaltim, dana ini diharapkan bisa menyehatkan kondisi finansial perusahaan, sehingga mampu melanjutkan proyek strategis di bidang energi.

