Rabu, Juli 22, 2026
No menu items!

Menengok Balikpapan Rampungkan Target Raih Wistara, Predikat Tertinggi sebagai Kota Sehat

Balikpapan, Satu Indonesia – Swastisaba Wistara merupakan predikat tertinggi dalam program Kota Sehat. Predikat ini diketahui hanya diberikan kepada daerah yang mampu menunjukkan keberlanjutan program pembangunan berwawasan kesehatan dengan keterlibatan lintas sektor secara konsisten.

Predikat ini bentuk apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan kepada kabupaten dan kota yang telah menerapkan tatanan kawasan sehat dengan sangat baik dan maksimal. Predikat ini adalah predikat tertinggi dalam program Kabupaten/Kota Sehat, menunjukkan konsistensi dalam upaya mewujudkan lingkungan yang sehat.

Dimana penghargaan ini diberikan sebagai bagian dari program nasional untuk mendorong pembangunan kesehatan di daerah. Oleh karena Itu, untuk meraih predikat Wistara, daerah harus mampu menunjukkan kerja sama dan sinergi yang konsisten antara berbagai dinas dan sektor terkait.

Disamping itu, daerah penerima harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan untuk menunjukkan keberlanjutan program pembangunan kesehatan yang berwawasan lingkungan.

Kesiapan Kota Balikpapan rampungkan target meraih predikat Wistara

Saat ini, Kota Balikpapan semakin dekat untuk meraih predikat tertinggi Kabupaten Kota Sehat (KKS) tingkat nasional. Indikatornya yaitu dari hasil verifikasi sementara telah menunjukkan 87 persen, atau hanya kurang 3 persen untuk menembus level Wistara.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H Bagus Susetyo usai mengikuti verifikasi Tim Pembina KKS Provinsi Kaltim dan tim penilai pusat melalui zoom meeting pada Rabu (20/8/2025) sore mengungkapkan bahwa target tersebut realistis bisa dicapai.

“Kita tinggal melengkapi catatan dan data. Mudah-mudahan bisa mencapai 91 persen agar naik ke level Wistara,” ujar Bagus di Aula Balai Kota Balikpapan.

Ia menambahkan, ada 9 tatanan penilaian KKS yang harus dipenuhi, mulai dari masyarakat sehat mandiri, pemukiman dan perumahan, transportasi, hingga penanganan stunting. Selain itu, juga ada beberapa catatan yang masih menjadi pekerjaan rumah, persoalan stunting, tuberkulosis (TBC), dan program Keluarga Berencana (KB) menjadi fokus utama.

Dalam penanganan masalah ini, lebih lanjut dijelaskannya, pendataan yang akurat menjadi kunci penting untuk memenuhi indikator KKS. Data tersebut dikumpulkan dari tingkat posyandu hingga puskesmas.

“Sekarang yang paling penting adalah pendataan. Itu juga sudah masuk dalam RPJMD dan dianggarkan setiap tahun di APBD,” tukasnya.

Rencananya, tim verifikator pusat yang terdiri dari Kementerian Setneg, Kemenkes, Kemendagri, Kementerian UMKM, hingga BNPB akan melakukan verifikasi lapangan pekan depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati menjelaskan, ada tiga tingkatan dalam penilaian KKS yakni Padapa (dasar), Wiwerda (menengah), dan Wistara (tertinggi).

“Sekarang kita sudah berada di posisi 87 persen. Tinggal melengkapi data stunting dan KB untuk bisa menembus 91 persen,” ujar Wawali.

Sejumlah indikator sudah maksimal, salah satunya transportasi sehat dengan nilai 100 persen. Bahkan, dikatakannya, program larangan membuang sampah dari kendaraan, pembangunan zona aman sekolah, dan Balikpapan Cinta Transportasi (Bacitra) menjadi andalan.

“Alhamdulillah untuk indikator lain sudah sangat baik. Tinggal memastikan data stunting yang terbaru di-upload sesuai catatan tim verifikator,” pungkasnya.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI