Rabu, Juni 3, 2026
No menu items!

Harus Punya Data, Sekda Sri Singgung BPBD Kaltim Jangan Hanya Jago di Lapangan

Samarinda, Satu Indonesia – Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Kaltim 2025 digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan pada Jum’at (22/8/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim merumuskan penanggulangan bencana agar tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kaltim. Oleh karena itu, diperlukan masukan, saran dan dukungan dalam perencanaan kegiatannya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim berharap BPBD jangan hanya jago di lapangan, tapi juga harus memiliki data, pemetaan dan perencanaan. Menurutnya, BPBD itu tidak hanya aktif dalam penanganan bencana.

“Tapi, aktif melakukan pencegahan melibatkan berbagai pihak maupun masyarakat agar bersiap diri dalam mengatasi bencana,” kata Sri Wahyuni usai membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Kaltim 2025.

Menurutnya, BPBD harus tetap melakukan simulasi (pelatihan) siaga bencana. Termasuk, penanggulangan bencana hidrometeorologi. Ia menyebut, bencana hidrometeorologi ini bukan baru, tapi warisan. Dimana siklusnya ada tahunan, lima tahunan.

“Jika ada rencana aksi maka dapat diketahui apakah siklus hidrometeorologi itu tahunan, lima tahunan bahkan 10 tahunan. BPBD harus memiliki perencanaan dan pemetaan melalui data yang diberikan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia lantas mencontohkan, ketika 2025 hingga 2026 sudah diketahui perencanaannya, maka antisipasinya dan perlu ada dukungan masyarakat seperti apa. Diantaranya memberikan pelatihan kepada Satuan Pelaksana (Satlak) sebagai ujung tombak di masing-masing wilayah, yakni Satlak Desa dan Kelurahan serta Kecamatan se Kaltim.

“Kalau kondisi ini bisa dilakukan, maka akan mempermudah kinerja BPBD ke depan,” tukasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI