Senin, April 27, 2026
No menu items!

UNMUL Bakal Evaluasi Besar-besaran PPKMB Buntut Kehadiran TNI dan Pejabat Daerah

Samarinda, Satu Indonesia – Universitas Mulawarman (UNMUL) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) 2025.

Saat diwawancarai oleh Humas UNMUL pada Jum’at (8/8/2025), Ketua Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mulawarman (UNMUL), Prof. Dr. H. Moh. Bahzar, M.Si., menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh dilakukan mulai dari sistem kerja panitia, keterlibatan seluruh unsur pimpinan, hingga penyesuaian teknis di lapangan demi menjamin kenyamanan dan keselamatan peserta.

“Keselamatan mahasiswa adalah yang utama. Keputusan menghentikan acara lebih awal, setelah habis makan siang karena beberapa mahasiswa bergelimpangan jatuh, ada yang dibawa dengan tiga ambulans bahkan sampai ke rumah sakit karena asma dan jantung. Saya langsung mengundang pihak penyelenggara untuk rapat darurat,” ucap Bahzar, di Samarinda.

Ia lanjut menegaskan keterlibatan Pangdam dan Pejabat Daerah dalam PPKMB bukanlah hal baru. Menurutnya, sejak tahun-tahun sebelumnya, unsur militer dan kepolisian selalu diundang untuk memberi materi wawasan kebangsaan, baru tahun ini pembicaraannya beralih dari Korem ke Pangdam. 

Terkait kehadiran Wakil Gubernur, tegas Bahzar, juga memiliki alasan yang jelas, yakni memberikan informasi valid terkait program pemerintah daerah.

“Kenapa kami mengundang narasumber dari Pemprov Kaltim Karena mereka punya program Gratispol yang perlu disampaikan langsung. Informasi dari mereka lebih valid dan tidak menimbulkan keraguan. Misalnya Pak Wagub kemarin menjelaskan secara detail berapa semester dan mekanisme Gratispol ini,” jelas Prof. Bahzar yang juga sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni

Lalu, soal pemateri dari TNI, tidak ada alasan untuk mempersoalkan secara politis, karena ini hak warga negara untuk mendengarnya. 

“Apa salahnya TNI-Polri hadir memberi wawasan kebangsaan, Jangan kita pecah belah, mari jadikan ini momentum mengikat kekuatan antara masyarakat kampus dan TNI-Polri. Kolaborasi ini bagian dari membangun bangsa, khususnya Kaltim, dan UNMUL menjadi pelopornya,” tambahnya.

Prof Bahzar juga mengungkapkan bahwa tahun ini struktur kepanitiaan PPKMB berbeda dari sebelumnya. Semua unsur pimpinan, mulai dari kepala biro, kepala bagian, dekan, hingga ketua program studi, terlibat langsung. Langkah ini diambil untuk memastikan tanggung jawab bersifat kolektif, tidak hanya dibebankan pada bidang kemahasiswaan dan akademik.

Ia juga ikut memasukkan kejadian protes mahasiswa saat Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji naik mimbar. Menurutnya, aksi itu ditujukan kepada BEM KM, bukan kepada Wakil Gubernur, namun dilakukan pada saat yang tidak tepat.

Prof Bahzar juga menyampaikan akan menambah fasilitas maupun sarana yang ada di GOR 27 September, seperti pendingin ruangan permanen untuk mendukung kenyamanan dalam berkegiatan seperti PKKMB dan yang lainnya.

Sebelumnya, sebuah rekaman video memperlihatkan ratusan mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul) kompak membalikkan badan saat Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji berpidato viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tengah berlangsung di GOR 27 September Unmul, Samarinda pada Selasa (5/8/2025) sekira pukul 09.00 Wita.

Seno Aji tengah menyampaikan sambutan di podium ketika ratusan mahasiswa baru serempak membelakangi panggung.

Dari video yang beredar, Seno tampak tersenyum heran, “Kenapa berbalik ke sana? Kenapa anak FKIP balik arah tadi?, ” ujar Wagub mengomentari aksi mahasiswa tersebut.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, aksi ini merupakan aksi protes atas kebijakan beasiswa Gratispol yang dinilai belum diterapkan secara merata. Program ini seharusnya membebaskan mahasiswa dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi di lapangan belum dirasakan adil oleh semua penerima.

Lalu, pihak panitia dan kampus lantas memberikan penjelasan kepada mahasiswa yang melakukan aksi agar kembali menghadap panggung dan mengikuti acara hingga selesai.

Sementara itu, Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Ilham Maulana mengatakan bahwa sedari awal pihaknya menolak penggunaan GOR 27 September sebagai lokasi PKKMB. Hal ini menurutnya lantaran tidak representatif untuk menampung lebih dari 6.000 mahasiswa baru secara aman dan nyaman.

“Sejak awal kami menolak penggunaan GOR 27 sebagai lokasi PKKMB karena tidak memadai untuk lebih dari 6.000 mahasiswa baru,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun mengecam kehadiran perwakilan militer dari Kodam VI/Mulawarman yang diwakili Brigjen TNI Deni Sukwara.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

IKN Akan Masuk Dapil Khusus di Pemilu 2029

Nusantara, Satu Indonesia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangka audiensi dan dukungan terhadap pembangunan...