Jakarta, Satu Indonesia – Kita pasti pernah mendengar nama penyakit batu ginjal. Penyakit batu ginjal biasanya terjadi ketika urine yang mengandung senyawa-senyawa tertentu tidak bisa tubuh keluarkan dengan baik. Pada akhirnya, senyawa-senyawa ini menjadi kristal di dalam ginjal.
Kristal-kristal ini patut diwaspadai agar ukurannya tidak semakin membesar dan menyumbat saluran. Caranya ialah dengan pengaturan pola makan.
Dokter akan menyarankan pengidap batu ginjal untuk menghindari makanan tinggi oksalat. Apa sajakah makanan yang tinggi oksalat tersebut? Dilansir dari Halodoc, berikut penjelasan lengkapnya!
Makanan Rendah Oksalat untuk Pengidap Batu Ginjal
Oksalat adalah senyawa organik yang bisa kamu temukan di dalam berbagai tumbuhan. Senyawa ini dapat memperparah kondisi batu ginjal.
Banyak makanan secara alami rendah oksalat yang masih bisa pengidap batu ginjal konsumsi secara aman.
Berikut ini beberapa jenis makanan yang RENDAH kandungan oksalatnya:
- Buah-buahan, seperti pisang, blackberry, blueberry, ceri, stroberi, apel, aprikot, lemon, persik
- Sayuran, seperti sawi, brokoli, kubis, kembang kol, jamur, bawang bombay, kacang polong, dan zucchini
- Biji-bijian dan pati, seperti nasi putih, tepung jagung, oat bran
- Protein, seperti telur, daging, ikan, unggas
- Produk susu, seperti yoghurt, keju, susu, mentega
- Minuman, seperti kopi, air, jus buah
- Bumbu dan rempah-rempah, seperti kayu manis, lada hitam, kunyit, ketumbar, jinten, dan lain-lain.
Makanan-makanan di atas rendah kandungan oksalatnya. Kendati demikian, kamu tetap perlu membatasi makanan tersebut bila mengidap batu ginjal.
Sebab, mengonsumsinya secara berlebihan tetap dapat memberikan efek negatif pada batu ginjal yang sudah ada.
Meningkatkan konsumsi makanan kaya kalsium dan minum lebih banyak air juga dapat membantu mengurangi risiko terkena batu ginjal.
Pengidap Batu Ginjal Pantang Mengonsumsi Ini
Ada beberapa makanan yang pantang dikonsumsi pengidap batu ginjal karena tinggi kandungan oksalatnya.
Berikut ini makanan pantangan penderita batu ginjal karena kandungan oksalatnya yang TINGGI:
- Buah-buahan tinggi oksalat, seperti kiwi, kurma, raspberry dan jeruk
- Sayuran berupa bayam, lobak, kentang, bit, ubi, okra, dan wortel
- Kacang-kacangan, seperti kacang merah, almond, walnut, pistachio, macadamia, dan mete
- Biji-bijian dan pati, seperti biji bunga matahari, biji labu, beras merah, couscous, millet, bulgur, tepung jagung, dan bubur jagung
- Cokelat
- Minuman, seperti susu coklat, coklat panas, teh, dan jus tomat
- Produk kedelai, seperti tahu, kedelai, dan burger kedelai
Selain mengonsumsi makanan rendah oksalat, penting untuk rutin memeriksa ginjal guna mencegah terjadinya komplikasi batu ginjal.
Dengan rutin memeriksakan fungsi ginjal, potensi komplikasi bisa terdeteksi sedini mungkin sehingga perawatan bisa segera dilakukan. Jadi, peluang kesembuhan pun semakin besar.
Jangan lupa untuk terus menerapkan pola makan yang tepat, olahraga, tidur cukup, dan gaya hidup sehat lainnya guna menjaga kesehatan.
Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal:
Berikut adalah beberapa penyebab dan faktor risiko batu ginjal:
1. Kurang Minum Air Putih:
- Dehidrasi menyebabkan urine menjadi lebih pekat, sehingga mineral seperti kalsium dan asam urat lebih mudah mengkristal.
- Idealnya, konsumsi air putih yang cukup (minimal 2 liter per hari) untuk membantu melarutkan zat-zat penyebab batu ginjal.
- Warna urine kuning gelap bisa menjadi indikasi kurang cairan.
2. Diet Tinggi Protein dan Garam:
- Konsumsi protein hewani berlebihan, seperti daging merah dan makanan laut, dapat meningkatkan kadar asam urat dalam urine, yang dapat membentuk batu asam urat.
- Garam (natrium) dalam makanan dapat menyebabkan ginjal mengeluarkan lebih banyak kalsium ke urine, yang juga bisa membentuk batu.
- Makanan kemasan dan minuman bersoda juga perlu dibatasi karena tinggi garam dan gula.
3. Obesitas dan Gaya Hidup Sedentari (kurang aktifitas fisik):
- Berat badan berlebih dapat mengganggu metabolisme mineral dan meningkatkan risiko batu ginjal.
- Kurang aktivitas fisik juga dapat memperlambat aliran urine, sehingga endapan mineral lebih mudah terbentuk.
4. Riwayat Keluarga:
- Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat batu ginjal, risiko Anda untuk terkena juga lebih tinggi.
5. Kondisi Medis Tertentu:
- Infeksi saluran kemih berulang, gangguan metabolisme (seperti diabetes), dan penyakit Crohn dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
6. Faktor Genetik:
- Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan batu ginjal.
7. Efek Samping Obat-obatan:
- Beberapa jenis obat-obatan, seperti diuretik dan suplemen vitamin C, dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
8. Menahan Buang Air Kecil:
- Kebiasaan menahan buang air kecil dapat menyebabkan endapan mineral menumpuk dan membentuk batu.
9. Jenis Batu Ginjal Tertentu:
- Batu struvit terbentuk akibat infeksi saluran kemih berulang.
- Batu sistin disebabkan oleh kondisi genetik yang disebut sistinuria.

