Samarinda, Satu Indonesia – Progres pembangunan badan jalan yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu dikabarkan telah mencapai 40 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji pada Rabu (2/7/2025) lalu. Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa dari empat kontraktor yang ditugaskan, dua di antaranya telah mulai bekerja di lapangan, sementara dua lainnya masih dalam tahap persiapan material.
“Mahakam Ulu – Kutai Barat sekarang sudah kurang lebih 40 persen. Artinya dari empat kontraktor yang ada di sana, dua kontraktor sudah bekerja dan dua lainnya dalam proses penyediaan material,” ujarnya.
Seno Aji juga menjelaskan bahwa jalur ini bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan nadi kehidupan masyarakat yang akan menopang mobilitas, konektivitas antarwilayah dan juga aktivitas ekonomi di wilayah pedalaman Kalimantan Timur.
“Mudah-mudahan akhir tahun besok beres semua,” tuturnya.
Jalur darat yang selama ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat sudah berhasil tembus ke Mahakam Ulu, meskipun memang belum seluruhnya rampung. Saat ini proses pengerasan jalan tengah berlangsung, dan di beberapa bagian akan dilakukan pengecoran untuk memastikan ketahanan struktur jalan.
Pembangunan jalan yang menelan anggaran sebesar Rp200 miliar bersumber dari APBD Provinsi Kaltim ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam membangun konektivitas daerah tertinggal.
Infrastruktur ini dinilai strategis karena membuka isolasi wilayah Mahakam Ulu yang selama ini hanya bisa diakses melalui sungai atau udara dengan biaya tinggi dan waktu tempuh yang lama.
“Jalan ini urat nadi masyarakat Mahakam Ulu. Ketika sudah fungsional, bukan hanya orang yang lebih mudah berpindah, tapi hasil kebun, barang kebutuhan pokok, hingga layanan pendidikan dan kesehatan bisa lebih cepat bahkan murah sampai ke pelosok,” lanjut Seno Aji.
Pertumbuhan ekonomi lokal pun akan meningkat, karena petani dan pelaku UMKM dipermudah untuk membawa hasil produksi ke pasar. Pembangunan ini juga diproyeksikan dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat pertahanan wilayah perbatasan negara.
“Dengan selesainya jalan ini, kita bukan hanya membuka akses fisik, tapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan sosial bagi warga Mahakam Ulu dan sekitarnya,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim terus melakukan pengawasan intensif terhadap proyek ini agar selesai tepat waktu. Targetnya, pembangunan jalan Mahakam Ulu-Kutai Barat bisa rampung pada akhir tahun 2025.

