Rabu, April 22, 2026
No menu items!

Jalur Samarinda-Balikpapan Amblas, Jalan Arteri dan Jembatan Bailey Jadi Solusi Sementara

Samarinda, Satu Indonesia – Akses utama penghubung Samarinda – Balikpapan di Jalan HM Rifaddin, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan, dilaporkan terputus total pada Senin (12/5/2025) malam sekitar pukul 21.15 WITA.

Amblasnya jalan tersebut mengakibatkan terganggunya mobilitas masyarakat. Pihak kepolisian pun mengoptimalkan jalur arteri untuk kelancaran lalu lintas pasca-terputusnya Jalan HM Rifaddin tersebut.

Pada Selasa (13/5/2025) lalu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo menjelaskan pihaknya telah melakukan pengalihan arus kendaraan sebagai langkah awal penanganan.

Pihaknya telah memberikan imbauan secara daring maupun luring terkait pengalihan arus tersebut.

Untuk kendaraan dari arah Balikpapan yang menuju Samarinda melalui jalur arteri dialihkan melalui KM 1 Loa Janan, kemudian berbelok ke kanan menuju Samarinda Seberang dan masuk Kota Samarinda.

Sementara itu, lanjutnya, kendaraan dari Samarinda menuju Balikpapan dapat menggunakan rute yang sama. Jalur lain bisa melalui jalan Tol Samarinda-Balikpapan.

Lebih lanjut Kompol La Ode Prasetyo mengungkapkan hingga saat ini belum terjadi penumpukan arus lalu lintas di jalur alternatif.

“Sampai saat ini belum ada penumpukan arus, masih berjalan normal. Nanti kita evaluasi lagi. Jika ada kemacetan atau penumpukan arus akan kita carikan jalur lain atau melakukan pengaturan,” katanya.

Saat ini personel Satlantas Polresta Samarinda masih melakukan patroli di sekitar lokasi jalan yang terputus.

Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) terkait penanganan jalan yang terputus tersebut.

Kompol La Ode Prasetyo mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan antara Samarinda dan Balikpapan untuk mengatur perjalanan dan memilih rute alternatif yang telah diinformasikan agar tidak terjebak di jalur yang terputus.

Dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025), Kepala BBPJN Kaltim, Hendro Satrio M. K. mengatakan, jembatan bailey akan diusulkan untuk penanganan sementara, dengan pengerjaan dimulai pada hari Kamis (15/5/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga ditarget secepatnya mengeluarkan surat tanggap darurat kebencanaan agar bisa disampaikan untuk dasar penanganan awal.

“Secepatnya pengerjaan (jembatan bailey) diselesaikan. Karena memang jalan tersebut akses utama perlintasan masyarakat, meski ada jalan lain yang juga,” terangnya.  

BBPJN juga telah melaporkan kondisi jalan yang amblas ini ke Kementerian Pekerjaan Umum, tepatnya ke Direktorat Jenderal Bina Marga sebagai langkah awal menyiapkan penanganan sementara.

Terkait penanganan jangka panjang, nantinya akan dibangun jembatan permanen, setelah melewati semua aspek perhitungan matang. 

“Nanti bentuknya bukan jalan lagi, tapi jembatan. Bentangnya sekitar 20 meter,” ujar Hendro.

Penanganan jangka panjang yang bakal dilakukan menggunakan dana penanganan mendesak tanggap darurat (PMTD).

Jika surat tanggap darurat tersebut sudah ada, pihaknya akan mengusulkan menggunakan anggaran pusat atau APBN.

“Kami belum menghitung secara pasti terkait anggaran, tapi jembatan permanen nanti panjangnya sekitar 20 meter, ya semoga tidak lebih Rp 10 miliar,” tandasnya.

TERPOPULER

TERKINI