Samarinda, Satu Indonesia – Petir merupakan fenomena yang menakjubkan sekaligus berbahaya.
Fenomena alam ini berupa kilatan cahaya menyilaukan yang terjadi akibat pelepasan muatan listrik dari awan, yang diikuti oleh suara gemuruh yang dikenal sebagai guruh.
Proses ini terjadi ketika muatan listrik (positif dan negatif) dalam awan terpisah, lalu muatan tersebut dilepaskan ke tempat lain di atmosfer, seperti awan lain, atau ke bumi.
Petir memiliki suhu yang sangat panas. Kilatnya dapat memanaskan udara di sekitarnya hingga lima kali lebih panas dari permukaan Matahari.
Panas tersebut menyebabkan udara di sekitarnya mengembang dan bergetar dengan cepat sehingga menciptakan guntur yang menggelegar, yang biasanya terdengar setelah muncul kilatan petir.
Panas petir yang ekstrem dapat menguapkan air di dalam pohon, menciptakan uap yang dapat menghancurkan pohon. Mobil juga bisa menjadi sasaran petir karena ban mobil menghantarkan arus, sebagaimana rangka logam yang membawa muatan yang tidak membahayakan ke tanah.
Cara Menghindari Petir
Berikut cara yang harus dilakukan untuk terhindar dari sambaran petir ketika sudah terdapat tanda-tanda petir di langit:
– Jika berada di luar ruangan, segera masuk ke dalam rumah atau mencari bangunan untuk berlindung.
– Jangan berada di sawah, lapangan terbuka, atau taman karena petir mencari tanah untuk melepaskan energinya.
– Jika berada di kolam renang, segera keluar karena air dalam kolam renang dapat menjadi sasaran petir melepas energinya.
– Jangan berlindung di bawah pohon karena ketika pohon tersambar petir, energinya dapat melompat ke tubuh manusia.
– Jauhi tiang listrik, menara, atau sesuatu yang tinggi karena dapat menarik sambaran petir.
– Jika sedang berteduh di luar ruangan, jangan terlalu dekat dengan orang lain, beri jarak sekitar 3-5 meter antarorang demi menghindari lontaran energi jika ada petir.
– Jika sedang mengendarai motor, segera berhenti dan mencari tempat berlindung.

