Senin, Februari 9, 2026
No menu items!

Gratispol Kuliah di UINSI Samarinda, Ini Detailnya!

Samarinda, Satu Indonesia – Sebagai salah satu perguruan tinggi di Kaltim yang berpartisipasi dalam Program Gratispol yang digagas oleh Gubernur Kaltim, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda memberikan kesempatan selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk bisa berkuliah.

Diperkirakan kuota penerimaan mahasiswa baru UINSI Samarinda di tahun 2025 ini akan meningkat. Jika tahun sebelumnya berjumlah sekitar 2.400-an, kini akan mencapai 2.500 orang untuk semua jenjang pendidikan, baik untuk S1, S2, dan S3.

Dilansir dari Kaltim Post, pada Jum’at (25/4/2025) lalu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UINSI Samarinda, Prof Dr Muhammad Tahir menjelaskan mengenai biaya kuliah di UINSI yakni Uang Kuliah Tunggal (UKT) di kampusnya yang relatif terjangkau.

UKT tertinggi diketahui berada di kisaran Rp 4,3 juta hingga Rp 4,6 juta per semester, sedangkan yang terendah sekitar Rp 400 ribu.

“Untuk menentukan UKT, mahasiswa mengisi data melalui link khusus tentang pekerjaan dan penghasilan orang tua. Sistem akan otomatis menentukan besarannya,” katanya.

Ia optimistis seluruh UKT di UINSI akan tercover penuh oleh program Gratispol karena besarannya masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan.

“Alhamdulillah, UKT dan SPP di UINSI relatif rendah. Insyaallah seluruhnya bisa di-cover,” tambah Tahir.

Menurutnya lagi, UINSI Samarinda telah menyiapkan diri sepenuhnya untuk pelaksanaan program tersebut.

Dengan seluruh program studi yang telah terakreditasi dan terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), UINSI memastikan semua mahasiswa baru jenjang S1, S2, dan S3 bisa menikmati pembebasan biaya mulai tahun ajaran 2025.

Namun, terdapat dua syarat utama yang harus dipenuhi calon mahasiswa.

“Pertama, harus memiliki KTP Kalimantan Timur. Kedua, batas usia maksimal 25 tahun untuk S1, 35 tahun untuk S2, dan 40 tahun untuk S3,” kata Tahir.

Terkait mekanisme, Tahir menilai, program Gratispol lebih sederhana dibandingkan program beasiswa sebelumnya.

Ia menyebutkan bahwa prosesnya akan lebih simpel, tanpa seleksi berdasarkan kemampuan ekonomi atau prestasi akademik. Seleksinya hanya berdasarkan KTP dan umur, yang mana dinilai memberi ruang lebih luas kepada seluruh kalangan untuk mengakses pembiayaan pendidikan.

Meskipun saat ini program Gratispol hanya berlaku untuk mahasiswa baru 2025, Tahir menjelaskan bahwa mahasiswa lama di UINSI akan mulai menerima manfaat serupa pada semester genap tahun akademik 2025/2026 atau sekitar awal 2026.

Melalui Tahir, dia menyebutkan antusiasme terhadap program ini cukup tinggi, terutama di kalangan mahasiswa baru yang akan mengikuti seleksi tahun ini. Bahkan mahasiswa lama pun menyambut positif program ini.

“Siapa sih yang tidak senang? Yang tadinya bayar UKT, sekarang sudah tidak lagi. Semua mendukung program ini,” katanya.

Lebih jauh, Tahir meyakini bahwa dengan adanya pembebasan biaya kuliah, UINSI akan semakin terdorong untuk meningkatkan kualitasnya.

Saat ini UINSI telah meraih akreditasi unggul secara kelembagaan, dan delapan program studinya juga telah mendapatkan akreditasi unggul.

“Program ini akan membantu meningkatkan jumlah program studi,” katanya.

Sejalan dengan itu, UINSI juga tengah menyiapkan pembukaan sejumlah program studi baru. Beberapa program studi umum seperti Informatika, Biologi, Matematika, dan Psikologi sedang dalam proses penyusunan dan pengajuan ke Kementerian.

“Kami sudah submit beberapa program studi baru untuk S1 dan S3. Khususnya untuk prodi umum, karena kita sudah menjadi universitas, sehingga berhak membuka prodi umum,” kata Tahir.

Ia menekankan bahwa UINSI tidak akan sembarangan membuka program studi baru tanpa kesiapan sumber daya dosen.

“Kita pastikan dulu dosen dan akreditasinya siap sebelum membuka program studi. Jadi kita benar-benar menjaga kualitas,” ujarnya.

TERPOPULER

TERKINI

Komitmen Lindungi Pesut Mahakam, Pemkab Kukar Tetapkan Dua Desa Jadi Area Konservasi

Kukar, Satu Indonesia – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara semakin memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan ditetapkannya dua desa sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)...