Kamis, Maret 12, 2026
No menu items!

Biar Susah Dibesuk, Menteri PKP Ungkap Presiden Ingin Lahan Penjara Dipindahkan ke Luar Kota

Jakarta, Satu Indonesia – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan penjara dari kawasan strategis di kota dipindahkan ke daerah terpencil dan lahan bekas penjaran ini bisa dialihfungsikan sebagai kawasan perumahan.

Keinginan Kepala Negara ini dikemukakan Menteri PKP saat acara halalbihalal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) di Jakarta pada Senin (21/4/2025) malam.

“Itulah pikiran cerdas dari Presiden Prabowo yang (berencana) memindahkan penjara-penjara yang strategis di kota buat perumahan,” kata Ara, dilansir dari Antara, Jum’at (25/4/2025).

Menurutnya, penjara-penjara, yang saat ini berdiri di lokasi strategis seperti Medan, Bandung, dan Jakarta, bisa dialihfungsikan lahannya menjadi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bahkan, dirinya mengaku sudah dihubungi Presiden Prabowo sudah secara langsung untuk membahas langkah pemindahan penjara, sebagai wujud keberpihakan negara terhadap rakyat yang membutuhkan akses terhadap hunian layak.

“Masa penjahat dibuat tidurnya nyenyak, ya nggak? Pak Prabowo sudah telpon saya. ‘Ara kita pindahkan penjara-penjara di daerah strategis buat rumah. Kita pindahkan penjara keluar kota, biar dibesuknya susah’,” katanya.

“Penjara rata-rata di kota, nggak? Strategis, nggak? Sudah jadi perintah Presiden Prabowo, penjara-penjara itu kita bangun perumahan,” tambah Ara sapaan akrabnya.

Menteri PKP, Maruarar Sirait saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri acara halalbihalal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) di Jakarta pada Senin (21/4/2025) malam | Antara/Harianto.

Menteri PKP menilai rencana Presiden tersebut menjawab kebutuhan perumahan, yang terus meningkat, terutama di kota-kota besar, yang lahannya semakin terbatas. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto untuk memetakan lokasi-lokasi penjara yang siap dialihfungsikan dan merencanakan lokasi baru yang jauh dari pusat kota.

Menurutnya, lokasi baru penjara harus terpencil agar mempersulit akses komunikasi narapidana dan mengurangi risiko kabur, sekaligus memberi ruang lebih luas bagi pembangunan kota yang terencana.

“Kita bikin agak jauh, biar besuknya susah dan jangan kabur dari penjara. Enak nanti bisa masuk hotel, berlagak sakit,” ucapnya.

Kendati demikian, Ara belum menyebutkan secara rinci dimana saja titik lapas yang akan dialihfungsikan menjadi perumahan.

“Itu arahan Presiden dan Presiden menyampaikan kepada saya, itu langkah strategis,” kata Ara.

Sebelumnya, Presiden Prabowo berniat membangun penjara di pulau terpencil agar dapat membuat para koruptor yang telah menyengsarakan rakyat bisa merasakan efek jera karena tidak bisa kabur.

“Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil mereka nggak bisa keluar. Kita akan cari pulau, kalau mereka keluar biar ketemu sama (ikan) hiu,” kata Prabowo.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

TMMD ke-127 di Kutai Barat Ditutup, Jalan hingga Sumur Bor Dibangun untuk Warga

Satu Indonesia, Kutai Barat - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0912/Kutai Barat resmi ditutup melalui upacara yang...