Senin, Februari 9, 2026
No menu items!

Perkembangan Negosiasi dengan AS, Indonesia Tawarkan Kerek Pembelian Energi hingga Engineering

Jakarta, Satu Indonesia – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin konferensi pers bertajuk, “Perkembangan Terkini Negosiasi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat”, melalui daring dari Jakarta pada Jum’at (18/4/2025).

Dalam kesempatan Indonesia salah satu negara yang diterima lebih awal, Airlangga mengungkapkan bahwa delegasi Indonesia menargetkan kerja sama perdagangan yang adil dan berimbang dengan Amerika Serikat (AS).

Untuk membahas penyesuaian tarif perdagangan yang berdampak pada produk ekspor Indonesia, para delegasi Indonesia telah melakukan berbagai pertemuan strategis dengan sejumlah otoritas utama AS, diantaranya, United States Trade Representative (USTR) dan Secretary of Commerce, serta rencananya akan bertemu dengan Secretary of Treasury .

“Pembahasan ini guna mendiskusikan opsi-opsi yang ada terkait kerja sama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat yang kita berharap situasi daripada perdagangan yang kita kembangkan bersifat adil dan berimbang,” kata Menko Perekonomian, dilihat dari YouTube Perekonomian RI, Sabtu (19/4/2025).

Airlangga mengemukakan, Indonesia telah menyampaikan sejumlah tawaran kepada AS, antara lain dengan meningkatkan pembelian energi, produk pertanian, dan Engineering, Procurement, Construction (EPC).

Bahkan, lanjut Menko, Indonesia turut menawarkan untuk pembelian insentif dan fasilitas bagi perusahaan AS dan Indonesia. Yaitu dengan membuka dan mengoptimalkan kerja sama mineral kritis (critical mineral), memperlancar prosedur dan proses impor untuk produk AS, dan mendorong investasi strategis dengan skema business to business.

Disisi lain, Indonesia juga menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama pendidikan, sains, ekonomi digital, dan layanan jasa keuangan, penetapan tarif yang lebih rendah dari negara kompetitor untuk produk ekspor utama yang tidak akan bersaing dengan industri dalam negeri di AS, seperti garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, dan udang.

“Serta juga menyampaikan pentingnya memastikan ketahanan rantai pasok dari produk strategis dalam menjaga keamanan ekonomi,” sambung Airlangga menambahkan.

Untuk target negosiasi yang tengah berjalan ini, Menko menegaskan, yang penting Indonesia mendapatkan tarif yang lebih rendah dan tarif yang diberlakukan untuk Indonesia ini seimbang dengan negara-negara lain.

“Untuk target lainnya tentu kita lihat sesuai dengan pembahasan daripada tim negosiasi yang mungkin akan berlangsung satu, dua, atau tiga putaran,” imbuh Menko.

Untuk melanjutkan proses perundingan akan dilakukan dalam satu hingga tiga putaran dengan format dan prinsip perjanjian yang telah disepakati oleh Indonesia dan AS.

Airlangga lebih lanjut menerangkan, Indonesia dan AS sepakat menyelesaikan perundingan tersebut dalam 60 hari. Pemerintah Indonesia berharap dalam kurun waktu tersebut, kerangka kerja sama yang telah disepakati dapat diformalkan dalam bentuk perjanjian yang disetujui bersama.

Menko mengaku bahwa pihaknya masih bekerja, masih bertemu dengan beberapa stakeholder, baik itu kalangan bisnis maupun juga asosiasi yang ada di Amerika Serikat yang nantinya tentu bisa membantu Indonesia melakukan pendekatan dengan Pemerintah Amerika Serikat.

Dari pertemuan ini, “Diharapkan dengan seluruh stakeholder ditemui maka posisi Indonesia dalam negosiasi ini bisa diselesaikan dalam waktu yang ditargetkan yaitu 60 hari,” tandasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Komitmen Lindungi Pesut Mahakam, Pemkab Kukar Tetapkan Dua Desa Jadi Area Konservasi

Kukar, Satu Indonesia – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara semakin memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan ditetapkannya dua desa sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)...