Kamis, April 23, 2026
No menu items!

Ditengah Eskalasi Perang Dagang, China Berlakukan Tarif 84% untuk AS

Beijing, Satu Indonesia – Pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan tarif menjadi 104% terhadap impor China, Beijing lantas menanggapinya dengan bea masuk sebesar 84% atas produk-produk AS.

Dilansir dari Anadolu Ajansi pada Kamis (10/4/2025), tarif 84% yang diberlakukan China sebagai balasan atas kenaikan tarif impor Tiongkok oleh Presiden AS Donald Trump.

Rencananya, pengenaan tarif ini mulai berlaku pada hari Kamis (10/4/2025) di tengah meningkatnya eskalasi perang dagang antara kedua negara penguasa ekonomi global ini.

Dalam serangkaian kenaikan tarif balasan, awalnya China mengumumkan tarif balasan sebesar 34% sebagai tanggapan kenaikan tarif pertama oleh Trump, namun China menolak peringatan Trump untuk mencabutnya atau ia akan menaikkan tarif mereka lagi.

Oleh karena Trump menaikkan tarif menjadi 104% terhadap impor China, Beijing menanggapinya dengan bea masuk sebesar 84% atas produk-produk AS.

Namun Trump kembali menaikkan tarif menjadi 125% pada hari Rabu (9/4/2025).

Beijing juga telah memasukkan 18 perusahaan AS ke dalam daftar pembatasan perdagangan bersama dengan tindakan balasan lainnya karena tidak ada tanda-tanda akan segera berakhirnya perang dagang yang memanas antara kedua negara tersebut.

Dalam upaya nyata untuk mengurangi masalah tarif AS, China tampaknya mendekati negara-negara lain untuk memperkuat perjanjian perdagangan.

Presiden Xi Jinping akan memulai kunjungannya ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia pada minggu depan.

China dan Uni Eropa berjanji untuk bersama-sama menegakkan sistem perdagangan multilateral dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai intinya, menurut Kementerian Perdagangan Beijing.

Kesepakatan tersebut dicapai selama pertemuan virtual antara Menteri Perdagangan China Wang Wentao dan Komisaris Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Maros Sefcovic, kantor berita pemerintah China Xinhua melaporkan pada hari Kamis.

Keduanya membahas berbagai masalah, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan China – Uni Eropa serta tanggapan terhadap pemberlakuan apa yang disebut “tarif timbal balik” oleh AS.

Sefcovic mengatakan tarif AS telah berdampak parah pada perdagangan internasional, dan Uni Eropa bersedia bekerja sama dengan anggota WTO lainnya, termasuk Tiongkok, untuk memastikan operasi perdagangan internasional yang normal, menurut Xinhua.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI