Minggu, Mei 10, 2026
No menu items!

Bandara Naypyitaw Ditutup, Korban Gempa Myanmar Sementara Tembus 1000 orang

Yangon, Satu Indonesia – Pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang melanda Myanmar pada Jum’at (28/3/2025), akibatnya jumlah korban tewas terus meningkat hingga mencapai lebih dari 1000 orang sementara operasi penyelamatan terus berlanjut.

Dilansir dari Myanmar Now pada Sabtu (29/3/2025), menurut sumber menyebutkan bahwa gempa bumi berpusat di sebelah barat kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay.

Dampak gempanya pun terasa hingga ke sejumlah pusat kota besar, termasuk ibu kota Naypyitaw.

Menurut laporan awal menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 144, tetapi ketika pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, tiba di Mandalay pada Sabtu (29/3/2025) pagi, angka yang direvisi dirilis sehingga jumlah korban tewas menjadi 1.002, sementara 2.400 lainnya terluka.

Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat di tengah operasi pencarian dan penyelamatan yang tengah berlangsung.

Bandara Naypyitaw Myanmar ditutup pasca gempa bumi dahsyat

Bandara utama di ibu kota Myanmar, Naypyitaw, telah ditutup pasca gempa bumi dahsyat yang menyebabkan menara kontrol lalu lintas udaranya runtuh, menewaskan sedikitnya enam orang, menurut sumber.

Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang melanda dekat Mandalay memaksa penutupan bandara di sana, di tengah laporan kerusakan parah pada peralatan penerbangan.

Di Naypyitaw, sebuah sumber mengatakan kepada Myanmar Now bahwa seorang pengontrol lalu lintas udara, tiga asisten wanita, putra berusia dua tahun dari salah satu asisten, dan seorang perwira intelijen militer dipastikan tewas setelah runtuhnya menara.

Menurut seorang petugas penerbangan di bandara internasional Yangon, sistem radar di bandara Naypyitaw dan Mandalay tidak lagi beroperasi, sehingga hal itu mustahil melayani penebangan.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI