Jumat, Mei 1, 2026
No menu items!

Israel Perluas Operasi Darat di Gaza, Serangan Udara Tewaskan Lebih dari 430 Orang

Gaza, Satu Indonesia – Israel mengatakan bahwa mereka telah memperluas operasi darat di Gaza setelah meluncurkan serangan udara besar-besaran. Menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas, serangan ini telah menyebabkan lebih dari 430 orang tewas dalam dua hari.

Melansir dari BBC.com, Tentara Pertahanan Israel (IDF) menyatakan pasukannya telah bergerak hingga wilayah Netzarim, yang memisahkan utara dan selatan Gaza. Serangan ini menandai berakhirnya gencatan senjata yang rapuh yang telah berlangsung sejak Januari.

PBB juga melaporkan dua orang tewas, termasuk salah satu stafnya, akibat ledakan di kompaun mereka di Deir al-Balah. Pihak Israel mengatakan mereka akan meluncurkan penyelidikan, namun membantah bahwa mereka yang bertanggung jawab.

IDF mengatakan bahwa mereka telah memulai “targeted ground activities” untuk menciptakan apa yang mereka sebut sebagai “partial buffer between the north and south” di Gaza.

Beberapa area seperti Beit Hanoun di utara Gaza telah mengeluarkan perintah evakuasi. Israel juga menginstruksikan warga Gaza untuk meninggalkan wilayah di sepanjang tiga sisi perbatasan Gaza, yang menunjukkan kemungkinan adanya operasi darat yang lebih besar.

Perintah evakuasi ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga Gaza, banyak dari mereka yang sudah berkali-kali mengungsi akibat perang dan kini harus meninggalkan rumah mereka lagi.

Keluarga-keluarga tersebut terlihat membawa barang-barang yang bisa dibawa dan meninggalkan tempat itu dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan untuk mencari tempat yang lebih aman.

Dalam sebuah pesan video, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memberikan “last warning” untuk wilayah Palestina, menyerukan agar sandera yang masih ditahan segera dikembalikan.

Israel menyatakan bahwa Hamas masih menahan 59 sandera, 24 di antaranya diyakini masih hidup. Katz juga menegaskan bahwa jika permintaan mereka tidak dipenuhi, Israel akan melanjutkan dengan ” total destruction and devastation” atau kehancuran total.

Pergerakan pasukan ini terjadi setelah PBB mengonfirmasi bahwa seorang staf mereka tewas ketika kompaun di Deir al-Balah rusak.

UNOPS menyatakan bahwa ledakan yang terjadi bukanlah kecelakaan dan menambahkan bahwa situasi di Gaza sangat tidak bisa diterima.

Kemudian, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyerukan penyelidikan penuh.

Sementara itu, Perdana Menteri, Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa mereka telah melanjutkan pertempuran dengan kekuatan penuh dan negosiasi gencatan senjata akan berlangsung di bawah tembakan.

Serangan udara Israel pada hari Rabu merupakan yang terberat sejak kesepakatan gencatan senjata pertama kali disepakati pada Januari.

Israel dan Hamas gagal mencapai kesepakatan mengenai perpanjangan gencatan senjata setelah fase pertama, dan negosiasi sudah dimulai sekitar enam minggu lalu.

Hamas menolak untuk merundingkan ulang kesepakatan dengan syarat Israel, meskipun mereka menawarkan untuk melepaskan seorang sandera Amerika yang masih hidup (dan empat jenazah) sebagai bagian dari perpanjangan kesepakatan.

Pada bulan Maret, Israel memblokir semua pasokan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan ke Gaza untuk memberikan tekanan pada Hamas. Israel kini menunjukkan kesiapannya untuk menggunakan kekuatan militer lebih besar untuk memaksa Hamas menandatangani kesepakatan gencatan senjata yang telah dinegosiasikan dengan Amerika Serikat.

Serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas terhadap Israel menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan penculikan 251 sandera. Israel kemudian merespons dengan serangan militer besar-besaran yang, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas, telah menyebabkan lebih dari 48.500 orang Palestina tewas, serta menghancurkan banyak rumah dan infrastruktur.

TERPOPULER

TERKINI

Mahasiswa STT Migas Balikpapan Kunjungi Pertamina EP Sangasanga, Belajar Langsung Operasi Hulu Migas

Sangasanga, Satu Indonesia — PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field memfasilitasi kunjungan edukatif Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Migas Balikpapan di Wisma Ria, Sangasanga, Kalimantan...