Kamis, Juni 4, 2026
No menu items!

Dubes Thailand Sambangi Kaltim, Bahas Hilirisasi Kelapa Sawit dan Perikanan, Catat Daerahnya!

Samarinda, Satu Indonesia – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Seno Aji menerima kunjungan Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, beserta rombongan pada Senin (17/3/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Kedua belah pihak membahas soal kerja sama ekonomi yang telah terjalin antara Kaltim dan Thailand.

Disamping itu, juga membahas peluang investasi baru di sektor strategis seperti hilirisasi kelapa sawit dan perikanan.

Dalam keterangannya, Wagub Seno Aji menegaskan bahwa hubungan ekonomi antara Kaltim dan Thailand telah berlangsung lama, dengan beberapa perusahaan asal Thailand, seperti Banpu, Kitadin, dan ITM, berinvestasi di sektor pertambangan batu bara di Kaltim.

“Kami berharap hubungan ekonomi yang sudah berjalan baik ini dapat semakin ditingkatkan. Terlebih, peluang investasi di Kaltim masih sangat terbuka, terutama di sektor hilirisasi industri kelapa sawit yang dapat meningkatkan nilai tambah produk,” ujar Wagub Kaltim.

Seno juga menyebut, pihaknya telah menyiapkan beberapa kawasan industri untuk mendukung investasi, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kutai Timur, Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, serta kawasan industri oleochemical di Bontang.

Sementara itu, Duta Besar Thailand, Prapan Disyatat dalam kesempatan yang menyampaikan bahwa kunjungan pihaknya ke Kaltim untuk mempererat hubungan dengan Pemerintah Provinsi Kaltim serta melihat langsung potensi ekonomi di daerah tersebut.

“Kami juga ingin melihat perkembangan perusahaan asal Thailand, Banpu, yang telah beroperasi di sektor pertambangan batu bara di Kaltim,” beber Prapan.

Selain itu, lanjut Dubes, dirinya ingin melihat langsung perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun di Kaltim.

Ia pun mengapresiasi dukungan yang telah diberikan Pemprov Kaltim kepada perusahaan-perusahaan Thailand yang beroperasi di daerah tersebut.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI