Jumat, Mei 8, 2026
No menu items!

Tengah Malam, Mendadak Lari Ramadan Cup 2025 di Balikpapan Rebutkan Hadiah Puluhan Juta

Balikpapan, Satu Indonesia – Kota Balikpapan kembali menggelar kegiatan Mendadak Lari Ramadan Cup 2025 sebagai upaya mengarahkan energi anak muda ke jalur yang lebih positif.

Kegiatan yang digelar KNPI Kota Balikpapan ini diikuti sebanyak 150 orang peserta dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud di halaman Balikpapan Sports and Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan pada Rabu (12/3/2025) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Balikpapan, H Rahmad Mas’ud mengatakan bahwa kegiatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara olahraga dan ibadah selama Ramadan.

“Semakin banyak peserta, semakin besar hadiah yang diperebutkan. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menyalurkan semangat anak-anak muda dalam ajang yang positif. Meski berkompetisi, jangan lupakan ibadah Ramadan, terutama salat Tarawih dan tadarusan,” ujarnya.

Kegiatan Mendadak Lomba lari yang digelar tengah malam ini juga menjadi solusi alternatif bagi aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat. Lomba yang dimulai sejak tahun lalu ini, berhasil menarik minat banyak peserta, terutama anak muda yang sebelumnya sering melakukan balapan di jalanan.

Dengan adanya event resmi, katanya, kini anak muda Balikpapan memiliki wadah untuk menguji kecepatan tanpa harus membahayakan siapapun.

“Alhamdulillah, peserta dari tiap kelurahan bisa menyalurkan semangatnya di sini. Ini juga membantu tugas kepolisian agar tidak perlu lagi mengamankan balap liar di jalanan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kota Balikpapan, Andre Afrizal menegaskan bahwa peserta yang ikut dalam lomba ini tidak diperbolehkan terlibat dalam balap lari liar di jalanan. Jika terbukti melanggar, mereka akan langsung didiskualifikasi dari kompetisi.

“Jadi tidak semua orang bisa langsung ikut serta dalam kompetisi ini. Ada seleksi ketat sebelum peserta bisa berkompetisi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui Google Form, di mana tim panitia menyeleksi peserta berdasarkan usia, tinggi badan, hingga rekam jejak di media sosial.

Ajang ini diikuti 150 peserta, terdiri dari 100 laki-laki dan 50 perempuan. Setiap kelurahan mengirimkan dua perwakilan, sementara dari tingkat kecamatan ada tiga peserta.

Kompetisi berlangsung mulai 12 hingga 16 Ramadan, dengan rute yang sudah ditentukan. Beberapa titik lintasan cukup menantang, terutama di area akhir perlombaan yang mengharuskan peserta menjaga keseimbangan saat memacu kecepatan.

Ajang ini menawarkan total hadiah Rp 50 juta, dengan Rp 30 juta untuk pemenang kategori laki-laki dan Rp 20 juta untuk pemenang kategori perempuan.

“Ini bukan hanya soal hadiah, tapi bagaimana kita bisa mengarahkan anak-anak muda agar memilih kompetisi resmi ketimbang aksi balap liar yang berbahaya,” jelasnya.

Melihat antusiasme yang tinggi, Lari Ramadan Cup 2025 diproyeksikan menjadi tradisi tahunan yang semakin berkembang. Bahkan direncanakan bakal ada kategori baru di tahun mendatang, termasuk untuk ibu-ibu, guna memperluas jangkauan peserta.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI