Samarinda, Satu Indonesia – Suka tidak suka, orang Indonesia masih terkenal dengan imejnya yang minim literasi. Menurut UNESCO, hanya 0,001% masyarakat Indonesia yang memiliki minat baca.
Rendahnya literasi di Indonesia memang disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurangnya sarana dan prasarana, kualitas pendidikan yang belum merata, kurangnya dukungan pemerintah dalam program literasi, hingga faktor ekonomi dan sosial di masyarakat.
Satu hal yang tidak bisa dipungkiri ialah akibat pengaruh teknologi digital yang membuat orang-orang semakin malas untuk membaca buku. Ditambah lagi dengan faktor keluarga dan lingkungan yang tidak menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
Untuk memperbaiki budaya membaca yang lemah ini tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Yuk mulai perbaiki budaya literasi kita! Mulailah dari diri sendiri yaitu dengan berusaha meluangkan waktu untuk membaca buku.
Mengutip Gramedia, berikut beberapa cara mudah yang bisa untuk diterapkan!
1. Selalu Membawa Buku
Cara pertama meluangkan waktu untuk membaca buku adalah selalu membawa buku atau sumber bacaan lainnya. Pada saat kamu hendak bepergian ke mana pun, kamu bisa secara sengaja membaca buku yang tengah kamu baca.
Dengan membiasakan diri berada di dekat buku, maka kamu akan lebih mudah untuk tertarik membaca sebuah buku.
Selain itu, ada banyak situasi yang bisa menjadikan kamu seharusnya bisa membaca buku. Misalnya saja, pada saat kamu berada di perjalanan menuju suatu tempat, atau ketika sedang berada di dalam antrian menunggu sebuah panggilan. Waktu berdiam diri tersebut tentu akan lebih bermanfaat apabila kamu gunakan untuk membaca buku atau sumber bacaan tertentu, meskipun itu hanya sebentar.
2. Membaca Buku Secara Digital
Cara kedua agar kamu bisa meluangkan waktu untuk membaca buku yaitu memiliki buku elektronik atau biasa disebut e-book di smartphone kamu.
Apabila membawa buku ke manapun kamu pergi cukup merepotkan, kamu bisa memaksimalkan ponsel pintar untuk menyimpan berbagai jenis buku secara digital atau elektronik.
Di era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang, membaca buku secara digital lebih diminati. Selain praktis dan tidak makan tempat, buku digital juga terbilang lebih murah daripada harga yang dipatok untuk buku cetak.
Buku digital akan sangat cocok bagi kamu yang memiliki waktu cukup padat, tetapi tetap ingin meluangkan waktu untuk membaca buku. Beberapa orang juga lebih menyukai buku digital karena bisa mengurangi penggunaan kertas secara berlebihan.
3. Membaca pada Malam Hari atau Pagi Hari
Cara ketiga yang bisa membuat Kamu memiliki waktu luang untuk membaca buku adalah saat malam hari atau pagi hari.
Selain bisa dilakukan di sela-sela aktivitas harian, kamu bisa mencoba membaca buku di waktu malam hari setelah beraktivitas atau pagi hari sebelum beraktivitas.
Pada dua waktu tersebut, seseorang biasanya tak terlalu melakukan banyak aktivitas. Maka dari itu, salah satu hal baik yang bisa digunakan untuk mengisi waktu luang adalah dengan membaca buku.
Aktivitas membaca buku pada dasarnya tidak perlu lama-lama, kamu cukup meluangkan waktu setengah jam atau lima belas menit. Hal yang terpenting adalah membaca buku dilakukan secara konsisten.
4. Singkirkan Hal-hal yang Mengganggu
Keempat, cara meluangkan waktu untuk membaca buku adalah dengan menyingkirkan berbagai hal yang bisa mengganggu. Beberapa hal yang diketahui bisa memunculkan gangguan pada saat membaca buku, yaitu media sosial, hp, atau game. Tiga hal tersebut dianggap bisa mengubah fokus kamu yang awalnya untuk membaca buku menjadi menikmati waktu bersama ponsel pintar.
Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin serius membaca buku, kamu dapat menjauhkan terlebih dahulu segala perangkat elektronik yang bisa mengganggu fokus.
Gangguan ini sendiri lebih dikenal sebagai distraksi, distraksi dari ponsel pintar sangat berpotensi untuk merenggut waktu kosongmu yang seharusnya bisa digunakan untuk aktivitas bermanfaat, misalnya seperti membaca beberapa lembar halaman buku.
5. Menetapkan Target
Cara meluangkan waktu untuk membaca buku berikutnya adalah dengan menetapkan target dalam membaca buku. Cara ini bisa kamu lakukan dengan menetapkan sebuah target yang jelas perihal waktu untuk menyelesaikan bacaan.
Misalnya saja seperti pada saat kamu ingin menghabiskan dua buku dalam satu bulan. Maka, kamu bisa membuat agenda membaca buku setiap hari minimal 30 menit. Dengan cara seperti itu, baik secara tidak sadar maupun sadar, kamu akan lebih terpacu untuk secara konsisten meluangkan waktu memenuhi target dalam membaca buku.
6. Bergabung dengan Komunitas Membaca
Kemudian, cara yang bisa kamu lakukan agar bisa meluangkan waktu untuk membaca buku adalah dengan bergabung dalam komunitas baca buku. Komunitas baca buku sendiri sekarang lebih banyak dikenal sebagai pegiat literasi. Ada banyak sekali pegiat literasi di Indonesia, hanya saja komunitas ini masih belum terlalu menarik minat masyarakat di berbagai daerah.
Dengan memiliki teman dengan hobi yang sama, yaitu membaca buku. Maka kamu akan lebih mudah untuk berinteraksi terkait aktivitas membacamu.
Apabila kamu cocok bergabung dengan komunitas baca buku, kamu akan menjadi lebih tertarik dan lebih semangat untuk menghabiskan waktu dengan membaca buku.
Selain meningkatkan semangat membaca buku, kamu juga akan memiliki pengalaman baru yang didapat dari cerita membaca pertemananmu. Sesama anggota komunitas baca buku akan saling menyemangati satu sama lain. Hal ini tentu saja efektif untuk meningkatkan keinginan untuk membaca buku secara konsisten.
7. Membaca Jenis Buku Favoritmu
Cara terakhir meluangkan waktu untuk membaca buku adalah membaca jenis buku yang kamu sukai. Sebelum kamu membaca, salah satu faktor yang paling kuat untuk menjadikan seseorang tertarik membaca buku adalah rasa penasaran atau rasa suka terhadap sesuatu.
Buku merupakan hal yang mampu memberikan jawaban secara jelas dan mendalam terkait sesuatu yang ingin kamu ketahui. Nah, bagi kamu yang ingin memulai membaca buku, kamu bisa mengawalinya berdasarkan topik atau tema yang kamu sukai. Cara ini dipercaya sangat efektif agar kamu bisa memiliki kebiasaan membaca tidak terasa memberatkan, malah justru menyenangkan.

