Jumat, Juni 5, 2026
No menu items!

Belum pulih, Menag Nasaruddin Umar Tetap Semangat Berbagi Takjil Ramadhan

Jakarta, Satu Indonesia – Sore menjelang senja, antrean masyarakat terlihat di halaman kantor pusat Kementerian Agama pada Senin (3/3/2025).

Di Kantor pusat Kemenag RI yang berada di Jalan Lapangan Banteng Barat Nomor 3-4, Jakarta Pusat tersebut tengah diadakan kegiatan pembagian takjil.

Bersama dengan masyarakat yang menanti pembagian takjil, para pegawai Kementerian Agama disana terlihat bersiap dengan paket nasi kotak, buah, dan kolak.

Menuju keramaian itu, tampak sosok Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menarik perhatian. Sembari mengayuh erat dua bilah tongkatnya, Menteri Agama RI yang kini berusia 65 tahun tersebut tak henti memacu langkah kakinya menghampiri satu per satu pengemudi ojek online, pedagang, sopir bajaj, dan masyarakat umum yang menunggu pembagian santapan berbuka puasa.

Walaupun kondisi kaki Menteri Agama Nasaruddin Umar belum sepenuhnya pulih pascaoperasi pada 17 Februari lalu, semangatnya tetap menyala. Tak ada yang mampu menghalanginya untuk membagikan langsung santapan berbuka puasa untuk masyarakat.

Diketahui Menteri Nasaruddin Umar sempat mengalami kecelakaan kecil pada kakinya yang menyebabkan harus menjalani operasi beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan pembagian takjil dimulai ketika Menteri Agama menghampiri seorang anak kecil yang ikut mengantri menunggu nasi kotak. Menag memberikan nasi sambil bertanya, “Puasa, Nak, ya?”

Anak itu tersenyum penuh bangga, menyambut pemberian dari Menag dan berkata, “Terima kasih, Pak Menteri!” Suasana pun mencair, dan pembagian takjil pun berlanjut.

Di sela kesibukannya membagikan makanan berbuka puasa, ia pun tak ragu meminta doa kepada masyarakat agar pemulihan kakinya berjalan lancar. “Doakan saya, ya,” ujarnya sambil menebar senyum.

Pembagian takjil yang dilangsungkan selama bulan Ramadan di hari kerja ini bukan hanya berasal dari umat Muslim, tetapi juga dari pegawai non-Muslim Kementerian Agama yang turut berkontribusi. Tradisi berbagi ini telah menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan di lingkungan kementerian.

“Berbagilah kepada mereka-mereka yang kita anggap berjasa dalam pelayanan masyarakat, tetapi mungkin juga masih membutuhkan bantuan dari kita,” ujarnya Menag, dikutip Senin (3/3/2025).

“Nah inilah ciri khas Kementerian Agama. Jangan hanya pinter berbicara, memberikan dakwah tetapi dia tidak mengamalkan. Kita akan berusaha di samping menganjurkan tetapi juga mengamalkan,” lanjutnya.

“Mungkin tidak banyak artinya buat kita semua ya, tetapi besar artinya buat mereka. Jadi prinsipnya berbagi itu adalah sesuatu yang sangat terbukti. Kementerian Agama harus membiasakan diri, di samping bisa mengucapkan, dia-dia juga bisa untuk mengamalkan,” ujarnya kepada para pegawai Kementerian Agama dengan senyum yang tak pudar.

Sejumlah penerima takjil pun menyampaikan rasa terima kasih mereka. “Terima kasih buat Bapak Menteri Agama dan staf yang bersangkutan atas pembagian takjil gratis untuk kita semua. Semoga bermanfaat bagi kita semua,” ujar salah seorang penerima.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama yang telah berbagi takjil di setiap bulan Ramadan,” ungkap penerima lainnya.

Pembagian takjil berlangsung hingga seluruh paket habis dibagikan. Setelah itu, Menteri Agama perlahan berbalik menuju kantor. Langkahnya mungkin belum sekuat dulu, tetapi semangatnya tetap tak tergoyahkan. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kepedulian.

TERPOPULER

TERKINI