Senin, Juni 15, 2026
No menu items!

Polres Tarakan dan Relawan Wahana Pendidikan Perbatasan Temukan 20 Anak Putus Sekolah di Kampung Selumit Pantai

Tarakan, Satu Indonesia – Di tengah kemajuan Kota Tarakan, ternyata masih ada anak-anak yang harus mengorbankan pendidikan mereka hanya karena ketidakmampuan ekonomi.

Kampung Selumit Pantai, yang dulu dikenal sebagai salah satu daerah peredaran narkoba di Tarakan, kini perlahan berubah. Kampung ini tengah bertransformasi menjadi kawasan bebas narkoba dan destinasi wisata tematik yang aman dan nyaman. Di kampung inilah, banyak dari mereka yang sebenarnya memiliki minat dan bakat di berbagai bidang, tetapi harus menghentikan sekolah demi membantu keluarga mencari nafkah.

Tim transformasi yang dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Tarakan, AKP I Eka Berlin, bergerak bersama relawan dari Wahana Pendidikan Perbatasan dan melakukan pendataan.

Hasilnya mereka menemukan setidaknya 20 anak dari tiga RT di Kampung Selumit Pantai yang telah putus sekolah. Anak-anak ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA.

Melihat kondisi ini, Kapolres Tarakan dan jajarannya langsung berkoordinasi dengan Pj. Wali Kota Tarakan Dr. Bustan, S.E., M.Si untuk memastikan nasib anak-anak putus sekolah tersebut. Mereka mengusahakan agar anak-anak tersebut dapat kembali bersekolah, mengenyam pendidikan pada tahun ajaran baru mendatang.

Berbagai pihak pun mulai berpartisipasi dan mencoba menawarkan solusi. Berbagai tawaran seperti program beasiswa, kelas bimbingan belajar gratis, serta upaya peningkatan kesejahteraan keluarga akan diberikan kepada anak-anak putus sekolah tadi agar mereka tidak lagi harus merasakan dilema antara pendidikan atau mencari uang.

”Masyarakat juga diharapkan lebih peduli terhadap anak-anak di lingkungan sekitar mereka. Dukungan sosial, baik dari pemerintah maupun warga, sangat diperlukan agar tidak ada lagi generasi muda yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi,” kata Eka Berlin dalam keterangannya, dikutip Senin (17/2/2025).

Menurut Eka Berlin yang sudah belasan tahun terjun menjadi aktivis pendidikan, pendidikan adalah hak yang harus bisa dinikmati oleh semua anak tanpa terkecuali.

“Semoga langkah ini menjadi awal perubahan yang lebih baik bagi generasi muda di Kampung Selumit Pantai,” ujarnya.

TERPOPULER

TERKINI

Pemkot Balikpapan Bentuk Tim Pengawas Swalayan, Pelanggar Terancam Kehilangan Izin Usaha

Balikpapan, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Balikpapan akan memperketat pengawasan terhadap operasional toko swalayan melalui pembentukan tim terpadu lintas instansi. Langkah tersebut dilakukan untuk...