Jakarta, Satu Indonesia – PT Chateraise Indonesia Manufacturing yang bergerak di bidang usaha industri makanan dan minuman, merupakan perusahaan patungan Kelompok Usaha Gobel dengan Chateraise Group asal Jepang.
Melalui akun Instagram pribadinya, pada Jumat (7/2/2025) lalu Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani melakukan pertemuan dengan para petinggi Chateraise yang berencana untuk membuka pabrik keduanya di Indonesia.
Adapun pertemuan tersebut dihadiri oleh CEO Chateraise Holdings Co., Ltd, Takako Saito, bersama Commissioner Chateraise Gobel Indonesia, Chris Kanter, serta Founder Gobel Indonesia, Rachmat Gobel.
Rosan menjelaskan, Chateraise, berencana membangun pabrik kedua di Bekasi dan memperluas jaringan ritelnya.
“Chateraise berencana membangun pabrik kedua di Bekasi dan memperluas jaringan ritelnya setelah membuka toko pertama di Senayan City Mall, Jakarta,” tulis Rosan.
Dalam pertemuan tersebut, Chateraise menegaskan komitmennya dalam mendukung hilirisasi sektor perkebunan di Indonesia.
Mereka berencana mengembangkan manufaktur dengan bahan baku lokal seperti cokelat, kakao, dan ubi, yang tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi sektor perkebunan.
“Kami harapkan pengembangan industri manufaktur akan mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan aliran FDI ke Indonesia,” ujar Rosan.
Di tahun ini pemerintah menargetkan investasi Rp 1.905 triliun, naik 15,6% dari target tahun sebelumnya yakni Rp 1.625 triliun.
Adapun sepanjang tahun 2024, realisasi investasi RI mencapai Rp 1.714,2 triliun. Realisasi ini tumbuh 20,8% (year on year/yoy) secara tahunan.
Realisasi ini mencapai 103,9% dari target Presiden terdahulu Joko Widodo, sebesar Rp 1.650 triliun dan sukses melampaui 138,3% dari target Rp1.239,3 triliun di Renstra 2024.
Sebagai informasi, pabrik pertama PT Chateraise Indonesia Manufacturing ini berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, dan mulai beroperasi sejak 2022 lalu. Saat itu investasi untuk menghadirkan pabrik ini ialah senilai Rp60 miliar.
Kerja sama Chateraise-Gobel didasari oleh mutual trade benefit, di mana pada awalnya sepenuhnya menggunakan produk Chateraise Jepang untuk dijual di Indonesia.
Setelah mendapat respon positif dari pasar Tanah Air, pabrik kemudian didirikan dengan target dapat memenuhi permintaan konsumen. Pabrik baru ini mengusung konsep farm factory di mana Chateraise-Gobel akan membina petani dan peternak sebagai pemasok bahan baku.
Chateraise sendiri didirikan tahun 1954 di Jepang oleh Hiroshi Saito. Nama Chateraise terdiri dari dua kata yaitu chate dan raise serta berasal dari bahasa Prancis. Chate berarti istana, sedangkan raise berarti anggur. Sehingga, jika keduanya digabungkan, maka arti Chateraise menjadi “Istana Anggur.”

