Jumat, Mei 15, 2026
No menu items!

Buntut Kekurangan Dokter, Pasien Lansia di Maratua Terpaksa Berobat Mengarungi Lautan

Tanjung Redeb, Satu Indonesia – Pasien dari kampung sekitar mengalami kesulitan mendapatkan penanganan medis yang memadai akibat keterbatasan jumlah tenaga kesehatan (nakes) di UPTD Puskesmas Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Seperti yang dialami oleh Herdi (50), seorang lansia tersebut terpaksa mengarungi lautan menuju Tanjung Redeb menggunakan speed boat reguler lantaran Puskesmas Maratua tidak mampu melakukan penanganan terhadap penyakitnya.

Pada Sabtu (1/2/2025) pukul 10.25 WITA, Herdi harus dibaringkan di lantai speed boat akibat tidak ada tempat khusus untuk membawa pasien yang sakit.

Tujuannya adalah RSUD dr Abdul Rivai di Tanjung Redeb, tempat di mana ia diharapkan dapat mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Kepala Puskesmas Maratua, Suryan di Maratua pada Jum’at (31/1/2025) mengungkapkan bahwa Herdi telah memeriksakan diri di puskesmas empat hari sebelumnya. Namun, lantaran tidak ada dokter yang tersedia, Herdi terpaksa dipulangkan.

Kondisi vertigo yang di-idapnya kian parah, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk mengantarnya secara mandiri menggunakan kapal reguler.

“Sudah diperiksa kemarin di sini, tapi tidak bisa kami tangani karena kekurangan dokter,” kata Suryan, dilansir dari Berau Terkini, Minggu (2/2/2025).

Ia juga memastikan bahwa Herdi dibawa ke rumah sakit tanpa rujukan resmi dari puskesmas. Keputusan tersebut murni inisiatif dari keluarganya sendiri, sehingga tidak ada nakes yang mendampingi selama perjalanan.

“Tidak ada yang menemani dari nakes kami,” jelasnya.

Keterbatasan ini memaksa puskesmas untuk lebih fokus pada pelayanan promotif dan preventif saja, sementara pelayanan kuratif tidak dapat dilakukan secara optimal.

“Karena memang kami kekurangan nakes,” tambahnya.

Situasi ini, katanya, terjadi sejak pengurangan nakes kontrak di fasilitas kesehatan pemerintah, jumlah surat rujukan puskesmas menurun drastis. Sebagian besar warga lebih memilih menyeberangkan pasien langsung ke kota daripada datang ke puskesmas terlebih dahulu.

“Jadi pasien rujukan berkurang, orang tidak lagi datang ke puskesmas dulu,” ujarnya.

Dirinya berharap krisis nakes ini dapat segera diatasi. Ia khawatir jika situasi ini terus berlanjut, akan ada lebih banyak pasien yang tidak mendapatkan penanganan medis tepat waktu.

“Semoga segera ada solusi,” pinta Suryan.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Dua Ekor Sapi Jumbo Asal Lamongan Dibeli Presiden untuk Kurban

Lamongan, Satu Indonesia – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto membeli dua ekor sapi jumbo atau berukuran besar milik peternak asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk...