Jumat, April 17, 2026
No menu items!

Dua Lubang Sinkhole Muncul di Yashio, Jepang. Khawatir Meluas, Pemerintah Saitama Evakuasi Warga

Jepang, Satu Indonesia – Sinkhole atau lubang runtuh adalah fenomena geologis yang terjadi ketika tanah di atas ruang kosong atau saluran bawah tanah tiba-tiba runtuh, menciptakan lubang besar di permukaan bumi.

Fenomena ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan seringkali tanpa peringatan sebelumnya, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan lingkungan sekitar.

Pada Selasa pagi, 28 Januari 2025, pihak berwenang di Jepang menerima laporan bahwa telah muncul sebuah sinkhole di Yashio, Prefektur Saitama, Tokyo.

Dilaporkan bahwa satu unit truk beserta pengemudinya, pria berusia 74 tahun, telah terjebak di dalamnya. Lubang sinkhole selebar 10 meter tersebut muncul di tengah persimpangan jalan yang ramai. Sementara kedalamannya diperkirakan sekitar enam meter.

Pada sore hari (28/1/2025) supir truk masih bisa menyahut panggilan tim SAR, tetapi ia tidak menanggapi ketika petugas damkar memanggilnya pada malam hari. Hal itu menyebabkan nasib sopir truk tersebut tidak lagi diketahui.

Ditambah lagi ketika tim penyelamat harus mundur akibat kondisi tanah yang tidak stabil, proses evakuasi terhadap supir truk beserta kendaraannya menjadi semakin sulit.

Pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 1 dini hari, badan utama truk seberat 2 ton berhasil ditarik keluar tetapi kabin pengemudi masih di dalam lubang dan mulai tertutupi pasir.

Selain itu, sebuah lubang amblas kedua tiba-tiba muncul di dekat lokasi pertama. Lubang kedua ini berukuran sedikit lebih besar, memicu kemungkinan kerusakan lebih lanjut, termasuk pecahnya pipa gas di area tersebut.

Meski awalnya hanya selebar tiga meter, tetapi lubang kedua tersebut melebar menjadi kira-kira sepuluh meter.

Proses evakuasi yang menggunakan alat-alat berat ini dilaporkan juga menyebabkan dua orang tim penyelamat mengalami luka ringan.

Hingga kini, Kamis 30 Januari 2025 proses evakuasi sopir truk yang terperosok masuk lubang besar atau sinkhole ini semakin sulit setelah air menggenangi lubang pada Rabu (29/1/2025).

Kyodo News melaporkan, untuk mengurangi air di lubang, Pemerintah Saitama mengambil langkah darurat dengan membuangnya ke sungai terdekat.

Pemerintah prefektur juga mengumumkan kepada 12 kota dan kota-kota kecil di bagian timur Saitama untuk membatasi penggunaan sistem pembuangan limbah pada Rabu pagi hari.

Diperkirakan 1,2 juta orang terkena dampak dari lubang besar yang menelan truk dan pengemudi ini.

Warga dalam radius 200 meter juga telah dievakuasi karena dikhawatirkan operasi penggalian ini menimbulkan kebocoran pipa gas di bawah tanah.

Menurut salah satu pejabat, Kota Yashio membuka pusat evakuasi di gedung pemerintah kota dan sekitar 150 warga telah mengungsi di sana.

Dikutip dari Asahi Shimbun, Kantor Polisi Soka dari Kepolisian Prefektur Saitama menduga penyebab amblasnya jalan berasal dari pipa pembuangan rusak yang airnya merembes keluar. Pipa pembuangan berdiameter 4,75 meter memanjang sekitar 10,6 meter di lokasi kecelakaan, kata Pemerintah Prefektur Saitama.

Pada tahun fiskal 2021, pemeriksaan visual menemukan korosi di beberapa bagian pipa, tetapi ditetapkan bahwa perbaikan tidak diperlukan. Divisi pembuangan limbah pemerintah prefektur meyakini aliran air menjadi terbatas di pipa yang terkorosi, dan asam sulfat dari pembusukan zat organik dalam limbah menyebabkan pipa pecah.

“Kami tidak menepis kemungkinan lubang (sinkhole) ini meluas,” kata Gubernur Saitama Motohiro Ono kepada awak media.

Pada tahun 2016, sebuah sinkhole besar juga pernah muncul di jalan lima lajur di Hakata, Jepang, yang menyebabkan gangguan listrik dan kemacetan lalu lintas. 

TERPOPULER

TERKINI

Jenis-Jenis Ghibah Terselubung

Samarinda, Satu Indonesia – Ghibah adalah tindakan membicarakan aib, keburukan, atau hal-hal yang tidak disukai oleh seseorang di belakangnya. Dalam Islam, ghibah dikategorikan sebagai dosa...