Jumat, April 24, 2026
No menu items!

Desa Pampang Masih Terendam Banjir, BWS Imbau Wilayah Hilir Waspada

Samarinda, Satu Indonesia – Debit air Bendungan Lempake, kota Samarinda dilaporkan terus meningkat dan sudah mencapai status Siaga yakni elevasi atau ketinggian mencapai 795. Hal ini terpantau sejak Selasa, 28 Januari 2025 dini hari.

Perwakilan dari Badan Wilayah Sungai (BWS), Lesty menyatakan bahwa kondisi ini diprediksi akan terus memburuk mengingat cuaca mendung yang masih menyelimuti wilayah tersebut.  

“Kami memperkirakan air akan terus naik, sehingga langkah preventif berupa pelepasan air akan dilakukan secara perlahan sambil memantau kondisi di hilir,” ujarnya, dilansir dari Tribun Kaltim pada Selasa (28/1/2025).   

Ia juga menyebutkan beberapa wilayah yang kemungkinan besar terdampak di daerah hilir jika ketinggian air terus meningkat.

Wilayah yang dimaksud ialah Betapus, Bengkuring, Perumahan Griya Mukti, Jalan Pemuda, Jalan Gelatik dan Jalan dr. Sutomo. 

Lesty menambahkan, salah satu penyebab utama banjir ini adalah kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat aktivitas pertambangan. 

“Sungai-sungai kiriman yang rusak menambah debit air di Bendungan Lempake, bahkan airnya juga mengandung sedimen,” jelasnya.  

Warga yang berada di wilayah hilir dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena air diperkirakan akan terus naik.  

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mendirikan dapur umum guna membantu warga terdampak banjir di Desa Budaya Pampang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara.  

“Dapur umum ini kami dirikan sejak Senin malam, dan pagi ini sudah mulai melayani kebutuhan warga terdampak,” ucap Suwarso.  

Banjir yang terjadi di Desa Budaya Pampang disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Minggu, 26 Januari 2025. 

Selain itu, menurut Suwarso luapan air dari perbatasan Samarinda dengan KuKar di kawasan Tanah Datar menjadi salah satu pemicu banjir. Luapan air tersebut mengalir ke wilayah hilir, termasuk Sungai Karang Mumus.  

Saat ini sedikitnya tercatat 96 bangunan yang terdampak dengan jumlah korban sebanyak 372 jiwa. Ketinggian air di wilayah tersebut sebelumnya mencapai satu meter, meskipun pagi ini dilaporkan sudah mulai surut.  

Dapur umum tambahan juga direncanakan akan dibuka menyusul Desa Budaya Pampang, tepatnya Kelurahan Sempaja Timur di Kantor Kelurahan Bengkuring. 

TERPOPULER

TERKINI