Minggu, April 26, 2026
No menu items!

Penajam jadi Lumbung Pangan IKN, PUPR Bangun Bendung Gerak Tata Sistem Pengairan

satuindonesia.co.id, Penajam – Penataan sistem pengairan persawahan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk menjadikan daerah itu sebagai lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang juga sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki hamparan sawah cukup luas terutama di Kecamatan Babulu.

Daerah ini diharapkannya dapat menopang penyediaan berbagai kebutuhan pangan IKN di masa mendatang.

“Kami dukung penataan sistem pengairan untuk meningkatkan produksi padi,” ujar Basuki Hadimuljono ketika mengunjungi Expo IKN 2024 di Penajam, Jum’at (16/8/2024), dilansir Antara.

Basuki lanjut menjelaskan penataan sistem pengairan atau irigasi, termasuk menindaklanjuti pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser daerah berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“OIKN dan Kementerian PUPR akan menjadikan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai lumbung pangan ibu kota baru Indonesia,” tambahnya.

Pembebasan lahan pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake telah dilakukan pada 2020. Selain itu, bendung gerak telah direncanakan untuk dibangun seluas 74.307 hektare yang mencakup area di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser dengan perkiraan anggaran Rp759,8 miliar.

Tetapi, Kementerian PUPR mengalihkan anggaran pembangunan fisik Bendung Gerak Sungai Talake ke proyek pengadaan air di Kecamatan Sepaku demi pemenuhan air bersih Kota Nusantara.

Bendung Gerak Sungai Talake diprediksi mampu mengairi 14.000 hektare sawah di wilayah Kabupaten Paser, dan 8.000 hektare di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Basuki membeberkan, rencana Bendung Gerak Sungai direalisasikan pada 2025. Lantaran infrastruktur pertanian tersebut bakal mendukung kebutuhan pengairan lahan persawahan di Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Masyarakat petani untuk pengairan lahan persawahan selama ini mengandalkan atau bergantung pada tadah hujan dan sangat berharap pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, itu segera direalisasikan.

“Bendung gerak Sungai Talake sebagai persiapan untuk pemenuhan kebutuhan pangan ibu kota baru Indonesia,” tukas Basuki.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI