Kamis, April 30, 2026
No menu items!

Pesan Jokowi ke Wali Kota ‘dibisikin’ Balikpapan Sudah Macet, Bisa 50-50!

satuindonesia.co.id, Balikpapan – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke XVII/2024 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome pada Selasa (4/6/2024).

Momen itu, Jokowi berpesan kepada puluhan pimpinan daerah yang hadir, bahwa sejumlah daerah sudah mulai mengalami kemacetan lalulintas.

“Pak Wali, Kota Balikpapan sudah macet, saya dengar sudah,” kata Jokowi  saat menyampaikan sambutannya, mengutip AntaraKaltim, Rabu. (5/6/2024).

Lalu, dia juga menyebut bahwa Kota Surabaya juga sudah mulai mengalami kemacetan.

“Pak Wali, sudah, sampun pak, sudah. Pak Wali Kota Bandung, sudah mulai macet Bandung, Pak Wali Kota Medan ada?, sudah mulai macet, semuanya sudah mulai macet,” tegas Jokowi.

Dengan demikian,  mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan agar transportasi umum harus disiapkan.

Lanjut dijelaskannya, bila bayangannya selalu subway Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) itu biayanya gede banget, sangat mahal.

Padahal waktu itu, menurut Jokowi MRT Jakarta dibangun pertama, per kilometer hanya menelan biaya Rp1,1 triliun. Namun, saat ini sudah mencapai Rp 2,3 triliun per kilometer.

Jokowi lantas menanyakan kepada para pemimpin daerah yang hadir menunjukkan jarinya, “Tolong tunjuk jari, kota mana yang sudah siap membangun MRT dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya

Untuk pembangunan LRT, terang Jokowi, dengan gerbong yang telah dibuat di PT INKA menelan biaya sebesar Rp 600 miliar per kilometer.

“Apakah ada kota yang APBD nya sanggup, tunjuk jari, saya berikan sepeda,” tanya Jokowi lagi kepada pemimpin daerah yang hadir.

“Tidak ada yang mampu,” sambung Jokowi lantaran tidak ada satupun yang menunjukkan jarinya.

Sementara itu, untuk kereta cepat menurut Jokowi lebih murah bila dibandingkan dengan subway yakni Rp780 miliar per kilometer.

Saat ini, Jokowi berucap, ada barang baru yang dinamakan Autonomus Rapid Transit (ART) atau keret otonom tanpa rel.

“Tidak pakai rel, tapi pakai magnet, untuk ART bisa satu hingga tiga gerbong, jauh lebih murah,” jelasnya.

Jokowi berharap bila ada daerah yang APBD-nya memiliki kemampuan agar melakukan komunikasi dengan Menteri Perhubungan untuk membangun moda transportasi ART.

“Bisa dibagi 50-50, APBD 50 persen dan APBN 50 persen,” bebernya.

Dia memastikan bila tidak dipikirkan mulai sekarang, dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun akan datang semua kota akan macet.

“Tidak percaya, kita lihat saja nanti kalau kota tidak menyiapkan diri untuk transportasi masal,” tandasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Buah Cempedak, Si Legit yang Baik untuk Kesehatan

Samarinda, Satu Indonesia – Siapa tak kenal dengan buah cempedak? Buah yang satu ini terkenal dengan aromanya yang sangat kuat, tajam, dan khas, sering...