satuindonesia.co.id, Padang – Ramai diperbincangkan mengenai kenaikan biaya uang kuliah tunggal (UKT) pada beberapa Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia. Seiring dengan pemberitaan tersebut, Universitas Andalas (Unand) pastikan tidak ada kenaikan UKT untuk tahun ajaran baru 2024-2025.
“Unand telah memutuskan tidak ada kenaikan uang kuliah tunggal,” kata Rektor Unand, Efa Yonnedi, dilansir dari Antaranews, Sabtu (18/5/2024).
Efa Yonnedi pastikan UKT di Unand berdasarkan pada ketentuan sebelumnya. Sehingga, bagi maba (mahasiswa baru) tahun ajaran 2024-2025 dipastikan tidak dikenakan kenaikan UKT, baik yang lulus jalur prestasi maupun seleksi tes.
Dikatakannya, saat ini Unand memiliki 56 prodi (program studi), dimana masing-masing prodi memiliki skema pembayaran UKT dengan level satu dan dua.
“Jadi yang tertinggi itu Rp. 2,7 juta hingga Rp. 3 juta dan paling rendah Rp. 500 ribu,” jelasnya.
Akan tetapi, berbeda untuk Fakultas Kedokteran di Unand. Dimana biaya UKT berkisar dari Rp. 500 ribu sampai Rp. 12 juta.
Beberapa alasan dan pertimbangan menjadi faktor Unand memilih untuk tidak menaikkan UKT, yaitu yang pertama karena Unand lebih memilih untuk fokus pada efisiensi dan pembenahan dana.
Rektor Unand itu menjelaskan bahwa dengan menerapkan efisiensi sektor belanja, kampus kebanggaan di Sumbar itu dapat meningkatkan kualitas ruangan belajar serta beberapa fasilitas lainnya.
Selain itu, faktor Sumbar yang saat ini tengah tertimpa bencana pun menjadi salah satu alasan tidak ada kenaikan UKT.
“Selain itu, Unand tidak menaikkan UKT karena Provinsi Sumbar sedang terkena bencana,” tuturnya .
Ia mengungkapkan dalam masa tanggap darurat dilakukan kenaikan UKT bukanlah tindakan yang tepat. Hal ini tentu terpengaruh karena kondisi ekonomi masyarakat yang kurang baik pasca bencana di Sumbar.
Kemudian, alasan lainnya ialah Unand berharap dapat meningkatkan pendapatan dari beberapa kerja sama yang dijalan pihak universitas dengan pihak luar.

