Sabtu, Agustus 22, 2026
No menu items!

Usai Translokasi, Gajah Deo dan Sinta Tiba di Tabang Zoo Kukar

Samarinda, Satu Indonesia – Dua Gajah Sumatra, yaitu Deo dan Sinta kini telah menempati rumah barunya di Tabang Zoo, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Keduanya menjalani proses translokasi dari Gembira Loka Zoo, Yogyakarta.

Pada Rabu (19/8/2026), Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto memastikan bahwa kedua satwa titipan negara tersebut tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Setelah tiba, kedua langsung menjalani pemeriksaan medis di Lembaga Konservasi PT SGBL atau Tabang Zoo pada Selasa (18/8/2026) malam.

“Keduanya langsung dipindahkan ke fasilitas khusus. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan kondisi keduanya sangat sehat,” ujar Ari Wibawanto di Samarinda, dilansir dari Antara, Jum’at (21/8/2026).

Deo diketahui masih berusia 30 tahun, sementara Sinta telah berusia 40 tahun. Usai perjalanan panjang, Deo dan Sinta kini menjalani masa adaptasi di paddock baru seluas sekitar 1,1 hektare. Dimana area ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan gajah, sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi keduanya.

Fasilitas tersebut dilengkapi kandang utama, area umbaran, kandang jepit, serta gudang penyimpanan pakan bernutrisi. Pembangunannya juga telah mendapat rekomendasi dari para ahli gajah agar sesuai dengan standar pemeliharaan dan kesejahteraan satwa.

Sebelum dipindahkan ke Tabang Zoo, Deo dan Sinta sempat dititipkan di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta. Penitipan tersebut dilakukan sekaligus untuk mempelajari karakter dan perilaku kedua gajah sebagai bagian dari persiapan translokasi.

Menurut Ari, pemindahan dilakukan karena kapasitas fasilitas sebelumnya sudah semakin terbatas. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat upaya pengelolaan dan pengembangbiakan satwa secara optimal.

Proses translokasi juga telah melalui asesmen kelayakan untuk memastikan kondisi fisik dan lingkungan baru benar-benar sesuai dengan kebutuhan kedua gajah.

BKSDA Kaltim memberikan perhatian khusus pada masa awal adaptasi, mengingat perjalanan dari Yogyakarta menuju Kalimantan Timur cukup panjang dan berpotensi menimbulkan stres bagi satwa.

“Kami menyiagakan tiga dokter hewan dan belasan perawat khusus untuk memantau kondisi serta proses adaptasi mereka setiap hari,” tambahnya.

Tim perawat tersebut merupakan gabungan tenaga dari Gembira Loka Zoo dan Tabang Zoo. Mereka akan bekerja bersama untuk memastikan kondisi kesehatan dan perilaku Deo serta Sinta tetap terpantau selama masa adaptasi.

Selain pemantauan langsung, pengelola Tabang Zoo juga diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan kesehatan kedua gajah kepada otoritas terkait secara berkala.

BKSDA Kaltim menegaskan pengawasan akan terus dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan satwa dilindungi mendapatkan perawatan dan lingkungan hidup yang layak.

“Negara akan terus memantau dan siap mengambil tindakan cepat apabila terdapat potensi penurunan kondisi kesehatan pada satwa dilindungi tersebut,” tukasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI