Penajam, Satu Indonesia – Terkait dengan bagaimana kebutuhan air baku dapat terpenuhi sehari-hari, kehadiran Pemerintah secara langsung sangatlah terasa.
Bagi sebuah keluarga, air merupakan salah satu kebutuhan utama, di antaranya untuk memasak, mandi, mencuci, menjaga kesehatan, hingga memastikan anak-anak dapat beraktivitas dengan layak.
Karena itu, memastikan air dapat mengalir ke keran rumah harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Dalam hal ini, pelayanan air bersih melalui Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) haruslah diperkuat.
Menurut laporan, hingga saat ini layanan air perpipaan telah menjangkau sekitar 17.806 sambungan rumah yang tersebar di 23 desa dan kelurahan.
Dengan kapasitas produksi kurang lebih 410 liter per detik, layanan tersebut telah mencapai cakupan teknis sekitar 40 persen.
Capaian itu menunjukkan adanya perkembangan, namun juga menggambarkan masih besarnya kebutuhan air baku yang harus dipenuhi.
Bagi Perumdam Danum Taka, cukup luasnya wilayah PPU, sebaran permukiman, keterbatasan sumber air baku, serta kebutuhan investasi jaringan menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas pelayanan.
Kompleksitas tersebut juga bertambah dengan pertumbuhan penduduk atas hadirnya kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada sebagian wilayah Serambi Nusantara, julukan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Selain itu, pembangunan pelayanan air bersih juga dihadapkan pada jaringan perpipaan yang menua, perubahan iklim, serta keterbatasan anggaran daerah. Kondisi ini membutuhkan strategi dan kolaborasi dari seluruh elemen pemangku kepentingan.
Merespons kondisi tersebut, Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, meskipun kondisi fiskal sedang tidak mudah, pemerintahannya akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Air bersih adalah pelayanan yang sangat penting dan harus terus kita tingkatkan,” tegas Bupati.
(MH/Nisrina Aulia)

