Minggu, September 27, 2026
No menu items!

TC Putaran Akhir LPTQ Kaltim Tahapan Kritikal, Akankah Pertahankan Juara Umum di MTQN XXXI Semarang?

Jakarta, Satu Indonesia – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur semakin intens tingkatkan durasi pemusatan latihan (TC) bagi para peserta kafilah Kaltim menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah pada September 2026 mendatang.

Sebanyak 57 peserta MTQ Nasional dari Kaltim mulai Sabtu (8/8/2026) selama satu bulan penuh sampai Rabu (9/9/2026) diasramakan di Wisma Pamentas, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan untuk mengikuti pemusatan pelatihan yang terakhir dilakukan secara offline (tatap muka). 

Koordinator pelatih, Hajarul Akbar, menyampaikan bahwa untuk pelatihan yang terakhir ini, para peserta diminta untuk meningkatkan disiplin dan semangat untuk berlatih dengan sungguh-sungguh.

Semua kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia m tentu melakukan hal yang sama untuk mempersiapkan diri meraih prestasi terbaik di ajang bergengsi MTQ Tingkat Nasional tahun ini.

Lebih lanjut, Ustadz Hajarul menjelaskan bahwa selama pelatihan nanti peserta wajib mengikuti try-out atau uji coba sebanyak 8 (delapan) kali, yaitu setiap hari Rabu dan hari Sabtu.

Untuk hari Rabu, try-out dilaksanakan di Wisma Pamentas, dengan menghadirkan para pelajar dan santri dari sekitar Wisma. Sedangkan untuk uji coba (praktik) setiap hari Sabtu dilakukan di luar Wisma, dengan pertimbangan pada hari libur tingkat kemacetan di Jakarta mengalami penurunan, sehingga perjalanan ke luar bisa berjalan dengan lancar. 

“Selama pelatihan peserta dibimbing oleh para pelatih nasional. Disamping itu, diberikan pembinaan kedisiplinan dari institusi TNI Angkatan Darat. Selain itu, juga akan dilakukan penguatan motivasi bagi para peserta, agar mereka bisa meraih prestasi maksimal,” pungkas Hajarul.

Di sisi lain, Wakil Ketua II LPTQ, Dasmiah, yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Biro Kesra menjelaskan, bahwa sebanyak 57 orang peserta yang mengikuti TC, berasal dari 8 daerah. Kabupaten Kutai Timur sebanyak 13 orang, Kota Samarinda 11 orang, Kabupaten Kutai Kartanegara 10 orang, Kota Bontang 6 orang, Kota Balikpapan 5 orang.

Sedangkan Kabupaten Berau, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara masing-masing 4 orang. Adapun Kabupaten yang tidak mengirimkan peserta adalah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu.  

“Usai penutupan pelatihan pada tanggal 9 September 2026, para peserta pelatihan langsung diberangkatkan ke Semarang dengan memakai 2 (dua) kendaraan bus untuk menghadapi event MTQ Tingkat Nasional pada Tahun 2026,” jelas Hamsani, Wakil Sekretaris I LPTQ Kaltim. 

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, diwakili oleh Sekda, yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni  ketika membuka acara pemusatan pelatihan, mengingatkan kembali kepada seluruh peserta pelatihan  bahwa beban mempertahankan juara itu lebih berat, dibandingkan baru berusaha meraih juara, karena untuk meraih juara itu tidak ada beban.

“Kaltim pernah meraih juara umum berturut-turut. Pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda, Kaltim meraih juara umum. Selanjutnya pada Tahun 2025, lagi-lagi Kaltim meraih juara umum, pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Tingkat Nasional XXVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara”, ujar Sri Wahyuni.  

Lanjut ditekankannya, beban berat inilah yang harus dipertaruhkan pada gelaran MTQ Tingkat Nasional XXXI yang akan berlangsung pada tanggal 11-20 September 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Akankah Kaltim masih bisa mempertahankan sebagai juara umum?,” pungkas Sri Wahyuni. 

(MH/HL/MJE)

TERPOPULER

TERKINI

Dilaporkan Ganggu Ketertiban, WNA Malaysia Dideportasi Imigrasi Balikpapan

Balikpapan, Satu Indonesia – Laporan dari sebuah hotel di Balikpapan berujung pada deportasi seorang Warga Negara Malaysia berinisial WPS. Kantor Imigrasi Kelas I TPI...