Kamis, Agustus 6, 2026
No menu items!

Balikpapan Percepat Pembentukan 34 Koperasi Merah Putih, Ditarget Rampung dalam Enam Bulan

Satu Indonesia, Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Sebanyak 34 koperasi ditargetkan berdiri di seluruh kelurahan dalam enam bulan ke depan untuk mendorong pertumbuhan usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., mengatakan percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan tindak lanjut program strategis pemerintah pusat yang harus segera direalisasikan di daerah. Menurutnya, pemerintah tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memastikan tata kelola koperasi berjalan optimal sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Program Koperasi Merah Putih merupakan prioritas pemerintah pusat. Karena itu kami ingin memastikan pelaksanaannya di Balikpapan berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bagus saat meninjau pembangunan koperasi, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, hingga awal Agustus 2026 telah terdapat 11 Koperasi Merah Putih yang berdiri maupun dalam proses pembangunan. Enam di antaranya telah beroperasi, sementara lima lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Pemkot Balikpapan juga telah menyiapkan 11 bidang tanah milik daerah untuk pembangunan koperasi berikutnya. Dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 90 hari, sebanyak 20 koperasi ditargetkan sudah beroperasi dalam tiga bulan mendatang sebelum pembangunan dilanjutkan hingga mencakup seluruh 34 kelurahan.

Dalam pengelolaannya, setiap koperasi akan dipimpin oleh ketua yang dipilih dari masyarakat, sedangkan lurah bertugas sebagai ketua dewan pengawas guna memastikan pengelolaan berlangsung secara transparan, profesional, dan akuntabel.

Pemkot Balikpapan telah memiliki contoh keberhasilan melalui Koperasi Merah Putih di Kelurahan Manggar yang mampu membukukan omzet sekitar Rp500 juta per bulan, terutama dari penyaluran beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi model pengembangan koperasi di kelurahan lainnya.

Selain bergerak di sektor distribusi pangan, setiap koperasi didorong mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah masing-masing, seperti distribusi LPG, layanan klinik kesehatan, apotek, peternakan ayam petelur, hingga menjadi pemasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemkot Balikpapan optimistis keberadaan Koperasi Merah Putih akan menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan, membuka peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

TERPOPULER

TERKINI