Kutai Kartanegara, Satu Indonesia – Kebakaran lahan seluas sekitar tiga hektare terjadi di Jalan Kawasan RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (10/07/2026).
Kebakaran lahan tersebut dilaporkan mendekati kawasan permukiman warga sehingga memerlukan penanganan cepat dari petugas pemadam kebakaran dan relawan.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, informasi kebakaran diterima oleh Pos Damkar Matan Sektor Kecamatan Sangasanga pada pukul 12.03 WITA dan proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 15.50 WITA.
“Kebakaran terjadi pada area lahan terbuka yang berada di sekitar Jalan Kawasan RT 09. Meski api mendekati lingkungan permukiman, tidak terdapat laporan bangunan terdampak maupun korban luka-luka dan korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” kata Muriono pada Sabtu (11/07/2026).
Petugas yang diterjunkan berasal dari Regu 1, Regu 2, dan Regu 3 Pos Damkar Matan Kecamatan Sangasanga. Upaya pemadaman didukung pula oleh sejumlah armada dan pasokan air dari berbagai pihak yang terlibat di lapangan.
Dalam operasi pemadaman, tim mengerahkan satu unit Firedome, satu unit water supply dari Redkar Kota Juang, serta satu unit water supply milik PT GSM untuk membantu menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.
Muriono mengatakan, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Kondisi tersebut membuat vegetasi kering sehingga mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api,” ujarnya.
Lebih lanjut ia membeber bahwa proses penanganan api di lapangan tidak berjalan mudah. Beberapa kendala dihadapi oleh petugas, seperti tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi, akses menuju titik api yang terjal, serta hembusan angin kencang yang membuat api menjalar dengan cepat.
Selain petugas pemadam kebakaran, proses pemadaman juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya Redkar Kota Juang Sangasanga, Redkar Pendingin, Relawan Al Badar Bantuas, Relawan Rescue Titik Tengah, PT ABN, dan PT GSM.
Muriono menyatakan, kolaborasi tersebut dinilai sangat membantu mempercepat pengendalian api agar tidak meluas ke kawasan permukiman warga.
Untuk mendukung operasi pemadaman, petugas menggunakan sejumlah peralatan seperti enam roll selang berukuran 1,5 inci, empat roll selang berukuran 2,5 inci, nozel 1,5 inci, serta Y Connector. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang berada di area lahan terbakar.
Setelah hampir empat jam penanganan, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak menyebar lebih luas.
”Petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan,” ujarnya.
BPBD Kalimantan Timur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan pada musim panas, terutama dengan tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran lebih besar dan mengancam keselamatan warga maupun lingkungan sekitar.

