Jumat, Juni 12, 2026
No menu items!

Internet BAKTI Perkuat Pos TNI AL Maratua, Jadi Akses Digital bagi Prajurit dan Warga

Berau, Satu Indonesia – Pos TNI Angkatan Laut (TNI AL) di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menikmati layanan internet yang lebih andal setelah terhubung dengan jaringan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Kehadiran konektivitas internet tersebut tidak hanya mendukung komunikasi personel TNI AL yang bertugas di wilayah terluar Indonesia, tetapi juga membantu masyarakat sekitar yang masih menghadapi keterbatasan akses telekomunikasi.

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, mengatakan penyediaan akses internet di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) merupakan bagian dari upaya pemerataan layanan digital sekaligus memperkuat fungsi pelayanan publik dan pertahanan negara.

“Wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar bukan hanya titik kedaulatan, tetapi juga beranda ekonomi dan wajah Indonesia. Karena itu, konektivitas digital harus hadir agar masyarakat, layanan publik, dan unsur pertahanan dapat menjalankan fungsinya secara optimal,” kata Fadhilah.

Menurutnya, pemerataan akses internet menjadi fondasi penting untuk membuka akses pendidikan, kesehatan, pemerintahan, serta mendukung komunikasi aparat yang bertugas menjaga wilayah perbatasan.

Layanan internet BAKTI di Pos TNI AL Maratua mulai beroperasi sejak Desember 2025. Sebelum layanan tersebut tersedia, personel pos kerap mengalami kendala komunikasi saat jaringan seluler melemah atau tidak tersedia.

Babinpotmar Pos TNI AL Maratua, Serda Tri Ridha Kasturi, mengatakan keberadaan internet sangat membantu pelaksanaan tugas sehari-hari. Selain dimanfaatkan oleh tujuh personel yang bertugas di pos, jaringan tersebut juga kerap digunakan warga ketika mengalami gangguan sinyal.

“Semua di pos ini ada tujuh orang, semuanya bisa pakai. Bahkan biasanya ada warga juga yang memanfaatkan,” ujar Tri.

Ia menuturkan, sebelum tersedia layanan internet dari BAKTI, personel harus mencari lokasi lain yang memiliki jaringan internet untuk berkomunikasi.

“Kami jalan lagi ke sana, cari-cari jaringan. Sekarang sudah ada ini, sangat berguna. Masyarakat sekitar kalau jaringan hilang bisa langsung ke sini,” katanya.

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, menjelaskan layanan internet di Pos TNI AL Maratua memiliki kapasitas hingga 100 Mbps dan mampu menjangkau hampir seluruh area di sekitar pos.

Berdasarkan data penggunaan pada Mei 2026, sebanyak 168 pengguna tercatat memanfaatkan layanan tersebut.

“User tercatat sampai 168 pengguna berdasarkan data bulanan Mei. Kapasitasnya bisa sampai 100 Mbps,” ujar Darien.

Ia menjelaskan layanan masih menggunakan teknologi satelit sehingga kapasitas internet akan terbagi ketika diakses secara bersamaan oleh banyak pengguna.

“Konsepnya dipancarkan penuh, tapi kalau digunakan bersamaan tentu terasa lebih lambat. Jadi bergantian,” katanya.

Selain menyediakan konektivitas, BAKTI juga menerapkan sistem penyaringan untuk memblokir akses ke situs perjudian daring dan konten pornografi melalui gateway nasional. Menurut Darien, pemutakhiran sistem dilakukan secara berkala karena situs-situs tersebut kerap berganti alamat domain.

“Kami blokir dari sisi transit. Tapi karena situs seperti itu sering berganti domain, sistem harus terus diperbarui setiap hari,” ujarnya.

Darien menambahkan, seluruh infrastruktur satelit nasional yang digunakan BAKTI dikelola melalui gateway di dalam negeri sehingga lalu lintas data dapat dipantau sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kedaulatan digital Indonesia.

Hadirnya akses internet di Pos TNI AL Maratua menjadikan fasilitas pertahanan negara di wilayah terluar tidak hanya berfungsi sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai titik akses digital bagi masyarakat saat jaringan komunikasi mengalami gangguan.

Bagi warga Pulau Maratua, konektivitas internet kini bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan jembatan untuk mengakses informasi, layanan publik, pendidikan, serta berbagai peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau.

TERPOPULER

TERKINI

Atasi Kabel Semrawut, Pemkot Samarinda Gelar Rakor dan Persiapkan Regulasi

Samarinda, Satu Indonesia – Persoalan estetika Kota Samarinda yang terganggu oleh semrawutnya kabel internet akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah kota. Sebagai tindak lanjut,...