Kamis, Juni 11, 2026
No menu items!

Dari Wilayah 3T ke Pasar Global, Digitalisasi Buka Peluang Baru bagi Pariwisata dan UMKM

Berau, Satu Indonesia – Kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak lagi hanya dipandang sebagai wilayah yang membutuhkan pemerataan pembangunan. Dengan dukungan konektivitas digital, daerah-daerah perbatasan kini mulai berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang bertumpu pada pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

Perubahan tersebut menjadi salah satu fokus yang didorong Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan penguatan ekosistem digital di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, mengatakan pembangunan konektivitas digital tidak semata-mata menghadirkan akses internet, melainkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

“Wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar harus dipandang sebagai beranda depan Indonesia. Dengan dukungan konektivitas digital, masyarakat dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal hingga menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Fadhilah di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Rabu (10/6/2026).

Menurut Fadhilah, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memasarkan produk dan jasa. Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan platform digital dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas jangkauan pasar.

“Pelaku usaha yang memanfaatkan digitalisasi memiliki peluang pertumbuhan lebih cepat dibandingkan yang masih mengandalkan cara konvensional. Banyak potensi ekonomi yang bisa dimonetisasi melalui platform digital,” ujarnya.

Pulau Maratua menjadi salah satu contoh wilayah yang mulai merasakan dampak dari meningkatnya konektivitas digital. Destinasi wisata bahari yang berada di Kabupaten Berau itu kini semakin dikenal wisatawan melalui promosi dan pemasaran yang dilakukan secara daring.

Kemudahan akses informasi dan promosi digital turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan layanan wisata, penginapan, hingga produk ekonomi kreatif kepada pasar yang lebih luas.

“Maratua memiliki kekayaan wisata bahari yang sangat besar. Ketika konektivitas hadir, promosi menjadi lebih mudah dan masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata Berau menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan jumlah wisatawan turut diikuti pertumbuhan investasi pada sektor akomodasi, jasa wisata, serta usaha-usaha pendukung lainnya.

Di sisi lain, perluasan layanan digital terus dilakukan. BAKTI Komdigi telah mengoperasikan ratusan titik layanan internet berbasis satelit di Kalimantan Timur untuk mendukung kebutuhan masyarakat pada berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah, kantor pemerintahan, dan layanan kesehatan.

Namun, Fadhilah menilai pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, akses internet baru akan memberikan dampak ekonomi apabila dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif.

“Konektivitas adalah fondasi. Setelah akses tersedia, yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat memanfaatkannya untuk kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan tata kelola data juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi digital di daerah. Pemerintah daerah didorong untuk memiliki sistem pencatatan yang lebih baik agar dampak ekonomi dari digitalisasi dapat diukur secara lebih akurat.

“Sering kali perubahan ekonomi sudah terjadi, tetapi belum terdokumentasi dengan baik. Data yang kuat akan membantu melihat sejauh mana digitalisasi memberikan dampak bagi masyarakat,” tutup Fadhilah.

Bagi wilayah-wilayah 3T seperti Maratua, kehadiran internet kini bukan lagi sekadar sarana komunikasi. Konektivitas digital mulai menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi baru, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing daerah yang selama ini berada jauh dari pusat-pusat ekonomi nasional.

TERPOPULER

TERKINI