Selasa, Juni 9, 2026
No menu items!

Menkes Soroti Tren Dokter Berlomba Jadi Spesialis, Karier di Puskesmas Kurang Diminati

Jakarta, Satu Indonesia – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyoroti fenomena di Indonesia yang menurutnya berbeda dari banyak tren di negara lain.

Fenomena tersebut adalah banyaknya dokter yang lebih memilih mengejar gelar spesialis dibanding berkarier di layanan kesehatan primer, seperti puskesmas.

Menurut Budi, orientasi karier dokter di Indonesia masih terlalu terfokus pada pendidikan spesialis hingga mengakibatkan puskesmas tak dilirik oleh para lulusan kedokteran yang berprestasi tersebut.

“Di Indonesia ada fenomena yang unik. Semua dokter ingin jadi dokter spesialis. Akibatnya dokter-dokter yang bagus itu tidak ada yang tinggal di puskesmas,” kata Menkes, Senin (08/06/2026).

Ia menilai, kondisi tersebut menciptakan persepsi dokter yang bekerja di puskesmas memiliki posisi yang lebih rendah dibandingkan dokter spesialis. Padahal di banyak negara maju, dokter layanan primer justru menjadi tulang punggung sistem kesehatan.

Perlunya Reformasi Sistem Kesehatan Nasional

Lebih lanjut Menkes membeber, pemerintah juga telah  mempelajari transformasi sistem kesehatan yang dilakukan sejumlah negara, termasuk Belanda dan Singapura.

Belanda selama ini dikenal sukses mengembangkan sistem “family doctor” atau dokter keluarga dalam dua dekade terakhir. Model tersebut menempatkan dokter layanan primer sebagai pintu masuk utama pelayanan kesehatan.

“Kita juga melakukan benchmarking ke luar negeri. Belanda sangat terkenal bagaimana mereka melakukan transformasi family doctor dalam 20 tahun terakhir,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pernah berdiskusi langsung dengan Menteri Kesehatan Singapura terkait penguatan layanan primer.

“Singapura, Menteri Kesehatannya bilang sendiri ke saya, dokter spesialis buat orang Indonesia saja deh. Tapi nanti Singapura harusnya semuanya selesai di family doctor. Tugasnya menjaga agar masyarakat tetap sehat,” tutur Menkes.

Menurutnya, tren global saat ini menunjukkan pergeseran menuju penguatan layanan kesehatan primer. Dalam sistem tersebut, dokter spesialis diarahkan untuk menangani kasus-kasus yang lebih kompleks, sementara sebagian besar kebutuhan kesehatan masyarakat ditangani di tingkat layanan primer, seperti dokter keluarga atau fasilitas kesehatan dasar.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Indonesia berupaya mempercepat transformasi serupa dengan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi dokter di puskesmas.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan kesehatan dasar sehingga masyarakat memperoleh akses yang lebih baik, merata, dan berkesinambungan terhadap pelayanan kesehatan.

Sebagaimana diketahui, penguatan SDM kesehatan di lini terdepan menjadi salah satu fokus utama reformasi sistem kesehatan nasional. Sebanyak 99,2 persen puskesmas di Indonesia masih membutuhkan dokter dengan kompetensi layanan primer atau dokter keluarga.

“Kita melihat Belanda sudah berhasil melakukan transformasi ini, Singapura juga sedang dalam proses. Negara-negara lain juga sudah banyak masuk. Kita gap-nya masih cukup besar,” pungkasnya.

TERPOPULER

TERKINI

Tiga Koperasi Merah Putih di Balikpapan Rampung, Operasional Masih Tunggu Juknis Pusat

Balikpapan, Satu Indonesia — Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat sebelum mengoperasikan secara penuh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang...