Selasa, Juni 2, 2026
No menu items!

BRIN Ubah Limbah Ampas Kopi Jadi Minyak Bernilai Tinggi

Jakarta, Satu Indonesia – Kopi dikenal luas sebagai minuman berkafein yang dikonsumsi masyarakat di seluruh dunia. Pada 2025–2026, produksi biji kopi global diperkirakan mencapai 10,73 juta ton, dengan tingkat konsumsi sekitar 10,43 juta ton. Angka ini menunjukkan betapa besar peran kopi dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai komoditas perdagangan internasional maupun sebagai bagian dari budaya masyarakat di berbagai negara.

Namun, tingginya konsumsi kopi berbanding lurus dengan meningkatnya limbah ampas kopi atau spent coffee ground (SCG). Setiap cangkir kopi yang diseduh menghasilkan residu ampas yang jumlahnya tidak sedikit. Jika dikumpulkan secara global, volume limbah ini dapat mencapai jutaan ton per tahun.

SCG yang dibuang begitu saja menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti pelepasan gas metana dan karbondioksida dari tempat pembuangan sampah, peningkatan kadar asam air tanah, serta adanya residu kopi, tanin, dan senyawa fenolik yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Dampak ini tidak hanya merugikan ekosistem, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan manusia melalui pencemaran air dan tanah.

Menyadari urgensi masalah tersebut, para peneliti mulai mencari solusi inovatif untuk mengurangi beban limbah kopi. Salah satu upaya datang dari Fawzan Sigma Aurum, periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam keterangannya, Selasa (19/05/2026), Fawzan mengungkap bahwa limbah ampas kopi selama ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah ini mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi.

Fawzan pun mengembangkan penelitian pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi minyak bernilai tinggi. Ia menjelaskan, minyak hasil penelitiannya berpotensi untuk dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan bahan tambahan pangan.

“Riset ini dilakukan melalui pendekatan foodomics modern yang menggabungkan teknologi ekstraksi hijau dengan analisis metabolomik dan lipidomik canggih,” terangnya.

Penelitian ini menghadirkan pendekatan integratif yang mengombinasikan teknik ekstraksi hijau dengan profiling foodomics untuk memperoleh dan mengkarakterisasi minyak berkualitas tinggi dari limbah kopi secara berkelanjutan.

Terkait dengan proses analisa, penelitian ini menggunakan instrumen LC-MS-QTOF dan LC-MS/MS guna mengidentifikasi berbagai komponen metabolit dan profil lipidapenting yang terkandung di dalamnya.

“Hasil penelitian menunjukkan metode ultrasound-assisted extraction (UAE) menggunakan etanol menjadi metode paling efisien karena menghasilkan rendemen tinggi dengan kualitas komposisi kimia bioaktif terbaik. Termasuk kandungan lipida yang berpotensi menjadi komponen bioaktif yang tinggi, serta tingkat oksidasi lipida yang rendah,” paparnya.

Selain itu, metode supercritical CO₂ dengan tambahan solven etanol dinilai efektif dalam mempertahankan kualitas senyawa bioaktif. Sebaliknya, menurut Fawzan, metode Soxhlet yang mana teknik ini adalah teknik dasar ekstraksi lemak dan minyak, menghasilkan rendemen tertinggi namun memicu oksidasi lipida yang lebih besar akibat proses pemanasan berkepanjangan.

Penelitian juga menemukan senyawa seperti caffeoylquinic acids (CQAs), caffeic acidferuloylquinic acid, dan glutamic acid memiliki korelasi positif terhadap keberadaan lipid non-oksidatif dan senyawa bioaktif penting lainnya pada ekstrak hasil UAE dan supercritical CO2.

Fawzan berharap riset ini dapat membuka peluang pemanfaatan limbah kopi menjadi produk bernilai tambah tinggi dalam pengembangan industri pangan, nutraceutical, ingredients serta bahan dasar kosmetik berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam bidang kimia pangan analitik serta pengembangan pangan inovatif.

TERPOPULER

TERKINI

Sebulan Dibiarkan Rusak, Jalan Siradj Salman Ditambal Relawan Ghost Aspal Samarinda

Samarinda, Satu Indonesia – Banyaknya jalan berlubang di Samarinda, yang dikenal sebagai "Kota Tepian", menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Keselamatan pengguna jalan menjadi alasan utama...