Kamis, Mei 7, 2026
No menu items!

Penduduk Kaltim Capai 4,05 Juta Jiwa, Rasio Ketergantungan Tetap Rendah

Samarinda, Satu Indonesia – Jumlah penduduk Kalimantan Timur berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 tercatat mencapai 4.050,64 ribu jiwa. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang sebesar 3.028,49 ribu jiwa.

Meski jumlah penduduk terus bertambah, laju pertumbuhan penduduk Kaltim dalam lima tahun terakhir mengalami perlambatan menjadi 1,52 persen per tahun.

Dok. Pemprov Kaltim

Dalam keterangannya, Kamis (07/05/2026), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai menyampaikan bahwa rasio ketergantungan juga menunjukkan tren penurunan. Pada 2025, rasio ketergantungan tercatat sebesar 40,19 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 40 hingga 41 penduduk usia nonproduktif.

“Selama periode 2010–2025, rasio ketergantungan masih berada di bawah 50. Ini menunjukkan Kalimantan Timur masih berada dalam fase bonus demografi,” ujarnya.

Berdasarkan wilayah, rasio ketergantungan tertinggi tercatat di Kabupaten Mahakam Ulu sebesar 42,47 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 29,92 persen.

Dari sisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki di Kalimantan Timur mencapai 2.095,71 ribu jiwa atau 51,74 persen, sementara perempuan sebanyak 1.954,93 ribu jiwa atau 48,26 persen dari total penduduk.

SUPAS 2025 juga mencatat angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) sebesar 2,09, yang menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksi (usia 15–49 tahun).

Sementara itu, angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) tercatat sebesar 13,47 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2025.

Dari aspek mobilitas penduduk, sekitar 29 hingga 30 dari setiap 100 penduduk Kalimantan Timur diketahui lahir di luar provinsi tersebut. Hal ini menunjukkan tingginya arus migrasi masuk ke wilayah Kaltim.

Kalimantan Timur juga mulai mendekati fase penuaan penduduk (ageing population), dengan persentase penduduk lanjut usia mencapai 9,05 persen. Kondisi ini membawa implikasi terhadap kebutuhan layanan sosial, kesehatan, serta sistem perlindungan yang lebih adaptif bagi lansia.

Selain itu, prevalensi penyandang disabilitas pada penduduk usia 5 tahun ke atas tercatat sebesar 1,75 persen. Artinya, sekitar 1 hingga 2 dari setiap 100 penduduk usia tersebut di Kalimantan Timur mengalami disabilitas.

TERPOPULER

TERKINI

Digencarkan Pemerintah, Mengenal CNG dan Perbedaannya dengan LPG

Jakarta, Satu Indonesia – Compressed Natural Gas (CNG) yang digadang-gadang sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) tengah menjadi sorotan dalam berbagai pemberitaan.Sebagaimana dikemukakan oleh...