Jakarta, Satu Indonesia – Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan lima pria yang kedapatan mengambil daging ikan sapu-sapu hasil tangkapan di bantaran anak Kali Ciliwung, kawasan Pasar Baru.
Penangkapan dilakukan setelah petugas mendapati para pelaku sedang memotong dan mengumpulkan daging ikan tersebut. Berdasarkan keterangan, daging ikan sapu-sapu itu rencananya akan mereka olah menjadi siomai untuk dijual kepada masyarakat.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Satpol PP segera melakukan tindakan pemusnahan terhadap daging ikan sapu-sapu yang sudah dikumpulkan. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar daging tersebut tidak beredar di pasaran dan dikonsumsi masyarakat.
“Semua kita musnahkan dengan cara di kubur. Kami juga minta mereka untuk tidak menjual daging ikan sapu-sapu untuk dijual dengan dijadikan siomai,” kata Kasatpol PP Sawah Besar, Darwis Silitonga.
Kelima pria tersebut diamankan Satpol PP setelah sebelumnya menerima laporan dari warga mengenai aktivitas mencurigakan di bantaran anak Kali Ciliwung. Saat dilakukan pemeriksaan, para pelaku diketahui sedang menyiangi ikan sapu-sapu hasil tangkapan dengan tujuan mengambil daging serta telurnya
Darwis juga mengatakan, kelimanya merupakan warga Cikarang, Bekasi. Dari kelima pria yang diamankan tersebut, hanya satu yang memiliki KTP.
“Kami amankan setelah kami dapat laporan dari warga yang curiga aktifitas mereka,” katanya.
Setelah mengambil bagian daging dan telur, mereka membuang kulit ikan sapu-sapu tersebut secara sembarangan. Bagian telur sendiri akan dimanfaatkan untuk dijadikan umpan memancing ikan.
Kepada petugas, kelima warga yang diamankan bahwa daging ikan sapu-sapu dijual ke Cikarang kepada pengepul untuk bahan pembuat siomai.
“Kami amankan lima pria yang bekerja serta penjual daging ikan sapu-sapu,” ujarnya.
Lebih lanjut Darwis membeber, selama ini para pemburu ikan sapu-sapu selalu mencari ikan di lokasi kali yang debit airnya berkurang atau sedang surut.
Ikan sapu-sapu umumnya dianggap tidak sehat untuk dikonsumsi, terutama bila ditangkap dari sungai atau perairan tercemar. Meski dagingnya mengandung protein dan mineral, ikan ini sangat rentan menyerap logam berat, bakteri, dan parasit dari lingkungan sehingga berisiko bagi kesehatan manusia.

