Balikpapan, Satu Indonesia – Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menargetkan perbaikan jaringan pipa air bersih terus berlanjut hingga tahub 2027.
Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Dimana hal ini menjadi strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga distribusi air tetap optimal, terutama di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin menegaskan bahwa optimalisasi sistem distribusi melalui perbaikan pipa diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan air bersih pada 2026 hingga 2027.
“Kita berharap dengan perbaikan pipa yang terus berjalan hingga 2027, air yang sudah kita optimalkan bisa dirasakan masyarakat dengan kualitas yang lebih baik,” ujar Yudhi, di Balikpapan, Sabtu (4/4/2026).
PTMB manfaatkan bendali dan sumber air alternatif
Selain itu, PTMB juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan panjang yang diprediksi terjadi mulai April hingga Oktober 2026.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau yang disebut “El Nino Godzilla” diperkirakan berdampak pada Pulau Jawa hingga sebagian besar Kalimantan.
Dampak El Nino, beber Yudhi, diperkirakan akan menurunkan curah hujan di Kalimantan Timur hingga 40 persen. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap kapasitas waduk sebagai sumber utama air baku.
“Dengan penurunan curah hujan, waduk kemungkinan hanya terisi sekitar 50 persen. Produksi air kita diperkirakan turun menjadi sekitar 70 hingga 75 persen dari kapasitas normal,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, PTMB harus mencari tambahan pasokan air baku sebesar 25 persen untuk menutup kekurangan produksi. Salah satu strategi yang disiapkan adalah pemanfaatan bendali (bendungan pengendali) serta sumber air alternatif lainnya.
“Kami mendapat arahan untuk memanfaatkan tiga bendali, serta bendung yang saat ini berada di bawah pengelolaan kehutanan. Kami akan mengajukan izin agar sumber air tersebut bisa digunakan,” jelasnya.
Selain itu, PTMB juga berencana menggunakan instalasi pengolahan air (IPA) mini dengan dukungan dari pemerintah pusat. Distribusi air melalui mobil tangki juga akan dioptimalkan, terutama saat terjadi penurunan pasokan ke pelanggan.
Ketahanan air waduk diperkirakan bertahan hingga akhir 2026
Lebih lanjut dijelaskannya, ketahanan air waduk saat ini diperkirakan masih mampu bertahan hingga akhir 2026, meskipun dalam kondisi produksi terbatas.
“Dengan skenario produksi sekitar 75 persen, kita perkirakan masih aman sampai akhir tahun, dengan catatan El Nino tidak berkepanjangan hingga 2027,” lanjut Yudhi.
Sebagai langkah mitigasi, PTMB juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air. Warga diimbau untuk menghemat penggunaan air serta menyiapkan cadangan, terutama pada jam-jam puncak pemakaian.
“Kami akan menggandeng media dan pemerintah kecamatan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih hemat air, karena pada saat puncak pemakaian, kebutuhan tidak selalu bisa terpenuhi secara bersamaan,” tegasnya.
PTMB optimistis mampu menjaga ketersediaan air bersih di Balikpapan meski di tengah ancaman El Nino melalui kombinasi perbaikan infrastruktur, diversifikasi sumber air, dan edukasi masyarakat.(ADV/PTMB)
(MH/HL)

