Satu Indonesia, Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menerbitkan surat edaran resmi terkait pengaturan jadwal pembelajaran dan masa libur selama Ramadan 1447 Hijriah. Edaran tersebut telah disampaikan ke seluruh satuan pendidikan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama bulan puasa.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyatakan pengaturan itu bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan proses pendidikan dan kondisi fisik serta psikologis peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.
“Seluruh sekolah sudah kami kirimkan surat edaran resmi. Di dalamnya diatur secara jelas kapan pembelajaran aktif berlangsung, kapan masa libur dimulai, dan kapan siswa kembali masuk sekolah setelah Ramadan,” ujar Irfan saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).
Pada awal Ramadan, kegiatan belajar tetap berlangsung dengan penyesuaian durasi jam pelajaran. Sementara menjelang akhir Ramadan hingga libur Idul Fitri, siswa memasuki masa libur sesuai kalender yang telah ditetapkan.
“Kami mengatur supaya ritme belajar tetap ada, tetapi tidak memberatkan. Jam belajar disesuaikan dan sekolah diminta tidak memberikan tugas yang membebani siswa,” katanya.
Selain pengaturan jadwal, Disdikbud mengarahkan sekolah untuk memperkuat pembelajaran berbasis karakter dan nilai-nilai spiritual selama Ramadan. Kegiatan keagamaan diimbau terintegrasi dalam agenda sekolah tanpa menambah beban akademik.
“Ramadan bukan sekadar jeda akademik. Ini momentum pembinaan karakter. Karena itu kami sudah mengimbau agar tidak ada tugas berat. Biarkan anak-anak fokus pada pembelajaran yang bermakna dan ibadahnya,” ujar Irfan.
Meski terdapat masa libur, sejumlah sekolah tetap merancang kegiatan seperti Pondok Ramadan, pesantren kilat, kajian keagamaan, serta kegiatan sosial. Program tersebut dilaksanakan tanpa pemberian pekerjaan rumah tambahan.
Disdikbud juga mendorong pelaksanaan gerakan sedekah jariah Ramadan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak berpartisipasi dalam aksi berbagi kepada masyarakat dan masjid di Kota Balikpapan.
“Kegiatan sedekah ini bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar peduli dan berbagi sejak dini,” kata Irfan.
Surat edaran ini menjadi acuan bagi sekolah dan orang tua dalam menyesuaikan aktivitas belajar siswa sepanjang Ramadan hingga kembali masuk setelah libur Idul Fitri.

