Balikpapan – memulai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Balikpapan Timur, Jumat (13/2/2026). Fasilitas ini disiapkan sebagai penunjang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan.
Pembangunan SPPG ditandai dengan peletakan batu pertama oleh jajaran kepolisian bersama unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Polda Kalimantan Timur, unsur TNI, tokoh agama, serta perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy mengatakan pembangunan SPPG merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.
“Melalui pembangunan SPPG ini, kami ingin berkontribusi nyata dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada aspek sosial dan kesejahteraan warga,” kata Jerrold di sela kegiatan.
Menurutnya, keberadaan SPPG di lingkungan pondok pesantren diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program MBG. Sinergi antara aparat, lembaga pendidikan, dan tokoh agama dinilai penting agar distribusi dan pengelolaan layanan gizi berjalan efektif.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat memerlukan dukungan bersama. Kami berharap fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan SPPG tersebut. Ia menilai langkah tersebut selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan dasar, termasuk pemenuhan gizi masyarakat.
“Pemerintah kota menyambut baik pembangunan fasilitas ini. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” ucap Zulkifli.
SPPG ditargetkan segera rampung agar dapat segera beroperasi dan mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi sekaligus menjadi model kolaborasi dalam pelayanan publik di daerah.

