Sabtu, Mei 9, 2026
No menu items!

UMKM Kaltim Didorong Perkuat Daya Tarik IKN

Samarinda, Satu Indonesia – Daya tarik kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai belum optimal dalam menciptakan pengalaman berkesan bagi pengunjung. Meski jumlah kunjungan terus meningkat, wisatawan belum dapat membawa pulang oleh-oleh khas daerah.

Hal itu menjadi sorotan Gubernur Kalimantan Utara periode 2016-2021, Irianto Lambrie, dalam diskusi panel “IKN Sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia: Format dan Peran Strategis Kaltim Sebagai Daerah Mitra IKN” pada Senin (26/01/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kalimantan Timur tersebut, Irianto mengungkapkan perlu ada penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui konsep roadshow agar pengunjung dapat datang, berfoto, dan pulang sambil membawa souvenir khas.

“Banyak orang datang ke IKN, tapi yang dibawa pulang hanya momennya saja, tidak ada produk daerah,” ujarnya.

Melansir RRI, pada waktu dan kesempatan berbeda, Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Nusantara, Muhsin Palinrungi menanggapi pernyataan tersebut. Ia menegaskan pelibatan UMKM sebenarnya sudah berjalan dan terus diperkuat dalam setiap aktivitas di kawasan IKN.

Menurut Muhsin, setiap kegiatan di IKN, baik libur akhir pekan maupun festival, selalu melibatkan pelaku UMKM, tidak hanya dari sektor kuliner, tetapi juga ekonomi kreatif.

“Selain kuliner, ada produk-produk ekonomi kreatif di sana, ada batik, fashion wastra, baju-baju kaos khas IKN, souvenir. Para pengunjung itu selain berkunjung mereka juga membeli,” jelas Muhsin pada Kamis (29/01/2026).

Namun, ia mengakui saat ini pelaku UMKM yang dilibatkan memang masih didominasi warga di sekitar kawasan IKN. Karenanya, ke depan, pihaknya akan memperluas kerja sama UMKM hingga ke wilayah kabupaten penyangga yang masuk dalam lingkup pembinaan OIKN.

Selain untuk menghadirkan lebih banyak produk untuk disuguhkan kepada pengunjung, ini juga akan berdampak pada roda perekonomian para pelakui usaha. Sebab saat ini kehadiran IKN sudah mulai memberi dampak langsung bagi pelaku UMKM.

“Mereka difasilitasi untuk memasarkan produk, termasuk produk kerajinan tangan. Selain pengunjung menikmati kuliner di UMKM juga ada produk-produk ekonomi kreatif sebenarnya yang mereka dapatkan di sana,” lanjutnya.

Dengan penguatan ekosistem UMKM tersebut, ia berharap kunjungan ke IKN tidak hanya meninggalkan kesan visual, tetapi juga memberikan wawasan mengenai ragam kuliner dan produk unggulan khas Kalimantan Timur.

TERPOPULER

TERKINI