Selasa, Juni 2, 2026
No menu items!

Bergabung dengan MUFPP, Samarinda Siap Belajar dan Bertransformasi Jadi Kota Berkelanjutan

Samarinda, Satu Indonesia – Kota Samarinda telah resmi menandatangani Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) atau Pakta Kebijakan Pangan Perkotaan Milan di Ruang Wali Kota, Jalan Balaikota Samarinda pada Kamis (25/9/2025).

Hal ini menandai semakin kuatnya komitmen Kota Tepian dalam menciptakan ketahanan pangan dan menjaga lingkungan hidup.

MUFPP adalah jejaring internasional yang menghubungkan berbagai kota dunia dalam upaya bersama menghadapi tantangan pangan perkotaan dan pemulihan lingkungan.

Dengan bergabung dalam pakta ini, Samarinda akan aktif berpartisipasi dalam berbagai program inovatif yang fokus pada restorasi lahan kritis, revitalisasi lahan pascatambang, serta pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025), Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyatakan bahwa bergabungnya Samarinda merupakan sebuah momentum baru untuk memperluas jejaring dan keterlibatan internasional dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Jadi hari ini saya menerima representatif dari MUFPP, organisasi kota dunia yang bergerak di bidang ketahanan pangan dan isu-isu lingkungan. Kota Samarinda akan berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan MUFPP ini,” ujar Andi Harun.

Ia menjelaskan selama ini Samarinda sudah aktif berkolaborasi dengan jaringan kota dunia lainnya, seperti UCLG Aspacdan Center for Climate and Urban Resilience.

Kerja sama lintas kota tersebut diketahui telah memberi manfaat besar, terutama dalam membahas isu perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan ketahanan kota.

“Dengan diakuinya Samarinda sebagai anggota organisasi kota tingkat dunia ini, kita mendapatkan manfaat ilmu, pengetahuan, dan pengalaman dari kota-kota lain yang sudah memiliki benchmarking bagus dalam membangun kota masa depan berkelanjutan,” ujarnya lagi.

Selain membuka ruang belajar, keanggotaan MUFPP juga membuka peluang dukungan pendanaan. Ia mencontohkan Samarinda sebelumnya pernah memperoleh hibah dari Adaptation Fund melalui kerja sama internasional.

Kini, pihaknya menargetkan agar MUFPP dapat mendukung rencana pemanfaatan lahan pascatambang sebagai area penanaman alternatif selain padi.

“Kita ada gagasan untuk menawarkan kepada MUFPP agar lahan kritis termasuk lahan pascatambang, diajukan sebagai proyek penanaman alternatif. Mudah-mudahan dalam feasibility study terhadap rencana proyek ini bisa diterima oleh MUFPP yang akan dibicarakan tahun ini di Italia,” jelasnya.

Andi Harun pun mengungkapkan harapannya agar partisipasi Samarinda dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan kota dan warganya.

TERPOPULER

TERKINI

Sebulan Dibiarkan Rusak, Jalan Siradj Salman Ditambal Relawan Ghost Aspal Samarinda

Samarinda, Satu Indonesia – Banyaknya jalan berlubang di Samarinda, yang dikenal sebagai "Kota Tepian", menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Keselamatan pengguna jalan menjadi alasan utama...