Minggu, Mei 3, 2026
No menu items!

Proyek Drainase Jalan A. Yani Capai 41,83 Persen, DPU Balikpapan Optimistis Selesai Tepat Waktu

Balikpapan, Satu Indonesia – Pembangunan drainase di Jalan A. Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, terus dikebut Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan. Hingga pertengahan September 2025, progres fisik tercatat 41,83 persen dan dipastikan sesuai spesifikasi teknis.

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dari pimpinan. Proyek ini masih berjalan, dan progres fisiknya saat ini sudah 41,83 persen. Memang ada minus 3 persen dari jadwal, namun itu belum tergolong kritis,” ujar Kepala Seksi Sumber Daya Air (SDA) DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, Rabu (24/9/2025).

Menurut Jen, keterlambatan di bawah 10 persen masih tergolong normal dalam pekerjaan konstruksi. Pihaknya memastikan konsultan, pengawas lapangan, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemantauan ketat di lapangan.

Jen menegaskan kontrak proyek drainase berlaku hingga 31 Desember 2025. Dengan sisa waktu tiga bulan, DPU optimistis pekerjaan rampung sesuai target.

“Kita masih punya waktu tiga bulan. Apalagi selain pekerjaan fisik, masih ada progres dari pengadaan barang seperti manhole, tali air, lampu, dan sebagainya yang saat ini telah mencapai 15 persen,” jelasnya.

Dengan perhitungan tersebut, sisa pekerjaan fisik sekitar 40 persen. DPU pun yakin seluruhnya bisa diselesaikan tepat waktu, bahkan berpotensi lebih cepat dari jadwal.

Meski secara teknis relatif aman, Jen mengakui ada hambatan sosial dan utilitas publik yang memperlambat pekerjaan.

“Ada titik-titik pekerjaan yang tidak bisa langsung dikerjakan karena menunggu izin pembongkaran dari pemilik seperti ATM, Gardu PLN, hingga keberadaan pipa PDAM,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat pekerjaan harus dilakukan secara bergantian atau “loncat-loncat” di sejumlah titik, demi menjaga akses warga dan aktivitas sekitar proyek.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPU Balikpapan, Faridah, menambahkan, saat ini ada sekitar 27 pekerja di lapangan. Jumlah tersebut akan dievaluasi setiap minggu melalui rapat koordinasi dengan rekanan dan tim pengawas.

“Kalau progres per minggu belum memenuhi target, kami akan minta rekanan untuk menambah jumlah tenaga kerja. Tapi percepatan itu tidak hanya soal tenaga, material juga harus tersedia,” jelas Faridah.

Menurutnya, target mingguan adalah 5 persen. Jika realisasi hanya 3 persen per minggu, percepatan wajib dilakukan agar tidak terjadi keterlambatan signifikan.

Proyek drainase sepanjang 475 meter ini juga mencakup penataan trotoar, pemasangan lampu jalan, dan aksesoris pendukung. Pekerjaan dimulai dari turunan lampu merah Gunung Pasir hingga depan Ruko Komputer, dengan saluran pembuangan air mengarah ke saluran primer Klandasan Kecil.

“Monitoring pimpinan menjadi masukan berharga bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas pekerjaan. Proyek masih berjalan dan terbuka untuk perbaikan bila ditemukan ketidaksesuaian,” pungkas Jen.

TERPOPULER

TERKINI