Kamis, Mei 7, 2026
No menu items!

Kesiapan Indonesia Alihkan Pengujian Perangkat dari Luar Negeri ke Dalam Negeri

Depok, Satu Indonesia – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) menandatangani kerja sama di Indonesia Digital Test House (IDTH), Depok, Jawa Barat pada Rabu (4/6/2025).

Penandatangan ini dilakukan pemerintah dalam rangka menargetkan alih fungsi pengujian perangkat telekomunikasi dari luar negeri ke laboratorium dalam negeri.

Dalam keterangannya usai menyaksikan penandatanganan kerja sama, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa kerja sama antara Komdigi dan BSN menjadi titik krusial dari perjalanan menuju kedaulatan teknologi Indonesia.

“Kerja sama ini adalah langkah nyata. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan nasional yang utama dan juga dari internasional terhadap hasil uji kita,” tegasnya.

Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi melalui sinergi ini berupaya menyederhanakan proses akreditasi dan penetapan Balai Uji Dalam Negeri (BUDN) untuk alat dan perangkat telekomunikasi. 

Menkomdigi menyebut kerja sama ini sebagai fondasi penting bagi sistem pengujian nasional yang tangguh dan berdaya saing global.

“Kerja sama dengan BSN akan semakin mengesahkan komitmen dalam menyederhanakan tahapan kerja sama penguatan mutu pengujian, khususnya untuk mendukung percepatan proses akreditasi laboratorium uji dan penetapan BUDN di sektor alat dan perangkat telekomunikasi,” tambahnya.

Menurutnya, IDTH yang telah diresmikan pada Mei 2024 kini telah menjadi pusat pengujian dengan fasilitas lengkap dan sumber daya manusia unggul. 

Fasilitas ini siap mendukung percepatan akreditasi laboratorium dan penetapan BUDN.

Ia menekankan bahwa IDTH harus berkembang menjadi center of excellence yang bukan hanya relevan di dalam negeri, tetapi juga di tingkat regional dan internasional.

 “Setiap hasil uji harus dapat diuji ulang, dapat dipercaya, dan dapat diakui lintas negara,” tegasnya.

Selama tiga tahun terakhir, IDTH berhasil membukukan pendapatan lebih dari Rp32 miliar dari layanan pengujian. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih sangat kecil dibandingkan potensi pasar global. Sebagai pembanding, Jerman meraih lebih dari Rp59 triliun per tahun dari layanan serupa, dan Korea Selatan menargetkan lebih dari Rp11 triliun.

“Kalau sekarang sebagian besar perangkat yang masuk ke Indonesia masih diuji di luar negeri, maka dengan kesiapan kita semua hari ini, saya rasa dalam satu tahun berjalan ini harus sudah mampu untuk menggeser pengujian ke dalam negeri untuk hampir semua perangkat,” tandas Menkomdigi.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto dan Deputi Bidang Akreditasi BSN Wahyu Purbowasito ini, disaksikan oleh Menkomdigi Meutya Hafid dan Plt. Kepala BSN Yustinus Kristianto Widiwardono.

Sinergi antara Komdigi dan BSN ini menjadi bukti bahwa Indonesia serius membangun kemandirian digital—bukan sekadar slogan, tetapi sebagai langkah konkret menghadirkan industri pengujian perangkat yang unggul, terpercaya, dan membanggakan di mata dunia.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Digencarkan Pemerintah, Mengenal CNG dan Perbedaannya dengan LPG

Jakarta, Satu Indonesia – Compressed Natural Gas (CNG) yang digadang-gadang sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) tengah menjadi sorotan dalam berbagai pemberitaan.Sebagaimana dikemukakan oleh...