Samarinda, Satu Indonesia – Menyimpan makanan adalah kebiasaan universal yang biasa dilakukan oleh banyak orang di seluruh dunia. Baik itu untuk menghemat, menjaga ketahanan pangan, atau sekadar memastikan ada stok makanan favorit.
Kebiasaan ini pun dinilai memiliki banyak manfaat praktis. Dari bahan segar yang dibekukan, makanan siap saji yang disimpan untuk keadaan darurat, hingga makanan sisa yang tidak habis dikonsumsi, setiap orang memiliki alasan sendiri dalam mengatur persediaan pangan.
Namun, di balik kepraktisannya, menyimpan makanan juga mencerminkan pola konsumsi dan budaya yang berkembang seiring waktu.
Nah, terkait dengan penyimpanan makanan, sebenarnya kita harus tetap memperhatikan beberapa hal agar nutrisi dan kualitas makanan ini tetap terjaga, serta tidak memicu penyakit.
Cara Menyimpan Makanan Sisa dengan Baik
Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa panduan yang perlu diikuti untuk menjaga kandungan nutrisi dan rasa masakan yang disimpan, antara lain:
- Simpan makanan sisa kurang dari 2 jam
Jika ingin disimpan, sebaiknya taruh makanan sisa kurang dari 2 jam setelah dimasak untuk menghindari pertumbuhan bakteri pada makanan. Kecuali kalau makanan dalam keadaan dihangatkan, seperti sajian prasmanan.
- Simpan makanan sisa di dalam kulkas
Kualitas makanan akan terjaga jika disimpan dalam kulkas dengan suhu di bawah 5°C. Dengan suhu tersebut, makanan aman untuk disimpan selama 3 hingga 4 hari.
- Hindari menyimpan makanan sisa lebih dari 4 hari
Kalau kamu ingin menyimpan makanan lebih dari 4 hari, sebaiknya dimasukkan ke dalam freezer. Dalam keadaan beku, makanan bisa disimpan selama 3–4 bulan. Namun, semakin lama disimpan, rasa dan aroma makanan bisa berubah.
- Beri label tanggal di kemasan makanan sisa
Hal ini bertujuan untuk mengenali makanan mana yang lebih dulu disimpan dan kapan masa kedaluwarsanya. Tempatkan makanan yang paling lama di bagian depan.
- Siapkan wadah khusus untuk daging dan susu
Masakan yang terbuat dari daging atau yang mengandung susu perlu disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Setidaknya dibungkus plastik atau aluminium foil.
- Pisahkan masakan dalam beberapa wadah
Jika masakan yang akan disimpan jumlahnya banyak, pisahkan dalam beberapa wadah. Beri jarak antar wadah agar suhu dingin bisa tersebar merata.
- Simpan makanan dalam ukuran kecil
Potong makanan yang berukuran besar, seperti ayam utuh, menjadi beberapa potong sebelum disimpan agar menghemat ruang penyimpanan.
Selain itu, kamu juga harus selalu menjaga kebersihan dapur dengan cara membersihkannya secara rutin, termasuk memastikan kebersihan kulkas yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan makanan.
Cara Aman Menghangatkan Makanan Sisa
Apakah aman dan sehat menghangatkan makanan yang sudah disimpan di dalam kulkas? Jawabannya, selama disimpan dan dihangatkan dengan cara yang tepat, makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.
Agar terhindar dari keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri, dianjurkan untuk menghangatkan makanan hingga suhunya lebih dari 70°C secara merata.
Kemudian, pertahankan makanan dalam suhu tersebut setidaknya selama 2 menit. Kamu bisa mengukur suhu makanan menggunakan termometer khusus makanan.
Waktu paling lama untuk menghangatkan makanan adalah 2 jam. Sebab, semakin lama terkena panas, nutrisi dalam makanan akan semakin berkurang.
Microwave merupakan salah satu pilihan alat yang tepat untuk menghangatkan makanan, karena bisa menghangatkan makanan dalam waktu yang cukup singkat, sehingga tidak terlalu banyak nutrisi yang hilang.

