Kamis, Mei 7, 2026
No menu items!

Longsor Terjang Dua TPU di Samarinda, Sejumlah Makam Ambrol

Samarinda, Satu Indonesia – Imbas lain dari hujan deras yang belakangan mengguyur Kota Samarinda ternyata tidak hanya pohon tumbang, banjir dan longsor di area permukiman.

Tetapi juga berdampak pada longsornya area Tempat Pemakaman Umum (TPU) hingga menyebabkan banyak makam-makam yang ambrol.

Sejauh ini, peristiwa tersebut tercatat di dua lokasi TPU di kota Samarinda yakni TPU Damanhuri, yang terletak di Kecamatan Sungai Pinang dan TPU Muslimin Cempaka di Kelurahan Air Putih.

Di TPU Damanhuri dikabarkan puluhan makam mengalami kerusakan parah dan bergeser dari posisinya. Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah makam tampak tidak lagi berada di tempat semula. Tanah yang labil dan tergerus air hujan mengakibatkan struktur makam ambrol, bahkan satu jenazah yang dimakamkan dilaporkan sempat menyembul keluar dari tanah atau liang lahat.

Kejadian ini sontak mengejutkan dan memprihatinkan masyarakat, terutama keluarga yang memiliki makam di lokasi-lokasi tersebut.

Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sosial pun telah menurunkan tim untuk mengevaluasi dampak longsor dan mengidentifikasi makam yang terdampak.

Selain itu, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga telah mengirimkan tim pemantauan ke lokasi untuk mencegah potensi longsor susulan.

Pihak kelurahan dan pengelola TPU pun mengimbau agar keluarga jenazah yang terdampak segera menghubungi pihak pengelola untuk melakukan pemulihan atau pemindahan makam jika diperlukan.

“Kami minta kepada warga yang memiliki makam keluarga di sini untuk memeriksa kondisinya. Jika makam rusak, segera koordinasi dengan pengelola agar bisa segera diperbaiki,” ujar Lurah Sungai Pinang.

Sementara itu untuk wilayah TPU Cempaka di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, pemerintah daerah telah melakukan penanganan terhadap sekitar 30 makam lewat upaya relokasi.

“Proses relokasi makam-makam ini sedang berlangsung setelah berkoordinasi dengan ahli waris dan berbagai pihak terkait,” kata Camat Samarinda Ulu, Sujono, Kamis (29/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya mulai memonitor dan berkomunikasi dengan pengelola makam sejak Selasa lalu.

Koordinasi juga telah dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda untuk penanganan dampak longsor.

Sujono melanjutkan bahwa pemerintah kota telah mengimbau ahli waris yang terdampak untuk segera datang agar proses pemindahan dapat segera dieksekusi.

Hingga Kamis sore empat dari 12 jenazah yang ahli warisnya telah menyetujui sudah berhasil dipindahkan.

Sujono menargetkan tujuh jenazah lagi yang ahli warisnya sudah setuju dapat diselesaikan pemindahannya pada Kamis malam.

“Masih ada sekitar 18 makam lagi yang ahli warisnya perlu kami cari. Kami segera menginformasikan kepada warga yang memiliki keluarga dimakamkan di sini agar melapor,” jelasnya.

Makam-makam yang direlokasi akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan layak di dalam area pemakaman yang sama.

Pekerjaan relokasi terus dilanjutkan hingga selesai, meskipun membutuhkan waktu lebih dari satu hari.

“Yang jelas tetap kami selesaikan,” tegasnya.

TERPOPULER

TERKINI

Digencarkan Pemerintah, Mengenal CNG dan Perbedaannya dengan LPG

Jakarta, Satu Indonesia – Compressed Natural Gas (CNG) yang digadang-gadang sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) tengah menjadi sorotan dalam berbagai pemberitaan.Sebagaimana dikemukakan oleh...