Nuku’alofa, Satu Indonesia – Bencana gempa kembali terjadi, kali ini melanda di wilayah dekat Tonga dengan kekuatan gempa bermagnitudo 7,0 pada Senin (31/3/2025) dinihari waktu setempat.
Warga sempat diminta untuk mengungsi ke tempat lebih tinggi usai sirene tsunami di negara kepulauan di wilayah Pasifik ini berbunyi pasca gempa pada pukul 1:18 pagi.
Menurut laporan US Geological Survey (USGS), gempa terjadi di kedalaman 29 km dengan pusat gempa 100 km timur laut pulau utama Tonga.
Laporan tersebut menyebut, gelombang tsunami yang mencapai 0,3 hingga 1 meter di atas permukaan air pasang mungkin terjadi di beberapa pantai Niue dan Tonga.
Melihat siaran langsung Tonga Broadcasting Commission kepanikan warga tampak terjadi di ibu kota, Nuku’alofa.
Warga juga melaporkan, komunikasi di wilayah itu masih berjalan dengan baik ke sebagian besar pulau.
Sementara Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawai sempat memperingatkan kemungkinan terjadinya gelombang berbahaya. Namun kemudian, peringatan kembali menyatakan bahwa tidak ada lagi potensi tsunami.
Kantor manajemen bencana Tonga kemudian membatalkan peringatan tsunami beberapa jam pasca gempa.
Direktur badan bencana Tonga, Mafua Maka, menegaskan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan struktural akibat gempa ini.
Terjadi gempa susulan 6,1 magnitudo
Dilansir dari AP News, gempa susulan berkekuatan 6,1 magnitudo kembali mengguncang daerah yang sama beberapa jam kemudian.
Tonga diketahui terdiri dari 171 pulau dengan lebih dari 100 ribu penduduk, wilayah ini berada di Cincin Api Pasifik. Cincin Api merupakan busur aktivitas tektonik intens yang membentang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Tsunami besar yang dipicu oleh letusan gunung berapi menewaskan tiga orang di negara ini pada tahun 2022 lalu.
Redaksi

