Jakarta, Satu Indonesia – Sesosok mayat pria ditemukan mengambang di dermaga Plaza Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (29/3/2025). Jenazah diketahui berinisial AR, yang diduga mengidap penyakit epilepsi.
Dalam keterangannya, Sabtu (29/3/2025), Kapolsek Kawasan Kalibaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Bagin Efrata Barus membenarkan mengenai penemuan mayat pria tersebut. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kondisi mayat dalam keadaan utuh.
“Dari hasil pemeriksaan fisik, kondisi jenazah dalam keadaan utuh,” kata Kompol Bagin, dikutip Sabtu (29/3/2025).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pada tubuh bagian luar jenazah tidak ditemukan tanda-tanda akibat kekerasan benda tajam atau tumpul.
“Kami masih melakukan penyelidikan penyebab tenggelam dan diperkirakan kejadian tenggelam ini terjadi saat penyakit korban kambuh,” lanjutnya.
Saat ini diketahui jasad korban AR dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Perkara ini ditangani Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru,” kata Kompol Bagin.
Mayat AR pertama kalinya dilihat oleh warga pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 WIB, dengan kondisi tengah mengambang di dermaga. Kemudian saksi langsung menghubungi pihak kepolisian.
Selanjutnya personel Polsek Kawasan Kalibaru melakukan cek olah tempat kejadian perkara dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan sidik jari melalui alat pemeriksaan.
Anggota unit Reskrim lalu melakukan pencarian alamat dan bertemu orang tua korban berinisial AW dan dari keterangan ibunya korban mengidap sakit epilepsi dan sudah melaksanakan pengobatan sejak umur dua tahun. Ia mengatakan korban meninggalkan rumah sekitar dua hari yang lalu pada Kamis (27/3/2025) pada pukul 01.00 WIB.
Korban meninggalkan rumah karena sang ibu marah pada anaknya dan korban tidak membawa cadangan obat saat kabur dari rumah.
Warga melihat di mulut korban ditemukan kain yang digigit. Berdasarkan pengakuan dari orang tua korban, jika penyakitnya kambuh dan kejang korban selalu menggigit kain.
“Korban ini sehari-hari kegiatannya mengamen dan korban bertengkar dengan sang ibu, kemudian kabur dari rumah,” tukas Kompol Bagin.

